Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Dewan Muslim Kembali Ingatkan Biden Bahaya Islamofobia

Ahad 09 May 2021 22:37 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Joe Biden diminta ambil peran aktif dalam perangi Islamofobia Amerika Serikat. Illustrasi Islamofobia(18/3).

Joe Biden diminta ambil peran aktif dalam perangi Islamofobia Amerika Serikat. Illustrasi Islamofobia(18/3).

Foto: Republika/Mardiah
Joe Biden diminta ambil peran aktif dalam perangi Islamofobia Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON—Dewan Organisasi Muslim Amerika telah menyuarakan sinyal untuk menentang segala bentuk sentimen anti-Muslim.

Dewan Organisasi Muslim AS (USCMO), sebuah organisasi yang menaungi lebih dari 80 kelompok Muslim, telah mengeluarkan seruan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk melembagakan peran baru untuk memerangi Islamofobia, yang dikhawatirkan terus meningkat.  

Baca Juga

"Dari sini, di Amerika Serikat, Prancis, Cina, Myanmar, hingga India, kefanatikan anti-Muslim memainkan ancaman yang saling berhubungan bagi Muslim di seluruh dunia," kata organisasi itu dalam sebuah surat, yang dikutip Republika.co.id di English Alaraby, Ahad (9/5). 

USCMO sejatinya telah mengirimkan surat tersebut secara pribadi ke Gedung Putih pada 29 Januari, namun hingga saat ini belum menerima tanggapan, dan memutuskan untuk mengkampanyekannya ke publik.

Sementara itu, Biden telah berulang kali menyatakan solidaritasnya dengan Muslim korban diskriminasi di Amerika Serikat. “Muslim Amerika Serikat terus menjadi sasaran bullying, fanatisme dan kejahatan rasial,” kata Biden bulan lalu saat Muslim memulai bulan suci Ramadhan.

"Prasangka dan serangan ini salah. Mereka tidak dapat diterima. Dan harus dihentikan. Tak seorang pun di Amerika yang boleh hidup dalam ketakutan untuk mengungkapkan keyakinannya. Dan pemerintahan saya akan bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang,” ujar Presiden yang mencabut perintah eksekutif mantan Presiden Donald Trump yang mencegah warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim memasuki Amerika Serikat itu. 

Islamofobia di Amerika Serikat telah meningkat sejak serangan 9/11 pada 2001. Dewan Hubungan Amerika-Islam menemukan bahwa terpilihnya mantan presiden Trump pada 2016 juga mengakibatkan peningkatan tajam dalam diskriminasi terhadap Muslim yang tidak bersalah, imigran Muslim dan masjid.

Sumber: alaraby 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA