Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Waketum MUI: Soal Bipang Ambawang Jangan Diperpanjang 

Ahad 09 May 2021 22:10 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Nashih Nashrullah

Waketum MUI, Buya Anwar Abbas, meminta masyarakat tidak gaduh soal bipang ambawang

Waketum MUI, Buya Anwar Abbas, meminta masyarakat tidak gaduh soal bipang ambawang

Foto: Republika TV/Mauhammad Rizki Triyana
Waketum MUI meminta masyarakat tidak gaduh soal bipang ambawang

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menanggapi terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan beberapa makanan khas daerah yang bisa dibeli masyarakat untuk mengobati kerinduan di kampung halaman salah satunya kuliner khas nusantara Kalimantan Barat yaitu Bipang Ambawang.

Menurutnya, hal ini tidak usah diperpanjang dan dibahas terlalu berlebihan. "Kalau Presiden bicara dalam konteks perdagangan ya tidak masalah karena memang Presiden harus berusaha untuk memajukan usaha dalam negeri. Tapi kalau beliau bicara dalam konteks puasa, Idul Fitri serta mudik lebaran ya tidak tepat dan tidak elok karena ketiga  peristiwa tersebut menyangkut masalah yang terkait dengan Islam sementara daging babi itu seperti kami ketahui hukumnya adalah haram untuk dikonsumsi orang Islam. Saya harap hal ini supaya jangan diperpanjang," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (9/5).

Baca Juga

Kemudian, dia melanjutkan kesalahan ini tidak hanya terpikul di pundak Jokowi saja tapi juga pada pihak yang menyiapkan sambutan beliau tersebut. Mengapa mereka tidak peka dan tidak teliti, sehingga akhirnya Jokowi dalam sambutannya melakukan kesalahan? 

"Kesalahan itu telah membuat dan  menimbulkan kegaduhan. Sehingga persoalannya menjadi ramai dan menurut saya jelas tidak baik dan tidak positif bagi kami sebagai suatu bangsa," kata dia. 

Dia mengimbau kepada masyarakat mengendalikan diri sendiri di bulan Ramadhan yang masih berlangsung ini. "Apalagi sekarang ini masih berada di bulan puasa yaitu bulan di mana kami dilatih dan diminta untuk bisa menahan serta mengendalikan diri," kata dia. 

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk membeli makanan daerah ketika mudik kali ini dilarang terkait pandemi Covid-19. Jokowi menyebut beberapa makanan khas daerah yang bisa dibeli masyarakat untuk mengobati kerinduan di kampung halaman. 

Menurut Jokowi, masyarakat tidak perlu ragu untuk memesannya secara daring. "Yang rindu makan gudeg Yogya, bandeng Semarang, siomai Bandung, pempek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan," ucap Jokowi dalam video yang viral dikutip pada Sabtu (8/5). 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA