Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Waspadai 3 Dampak Konsumsi Gula Alkohol Berlebihan

Selasa 11 May 2021 02:59 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi gula

Ilustrasi gula

Foto: Needpix
Gula alkohol merangsang selera lidah manis dan menambahkan rasa tanpa tambahan gula.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gula alkohol kini semakin pupuler. Namun, terlalu banyak mengonsumsinya bisa berdampak pada tubuh.

Gula alkohol adalah sejenis karbohidrat dan memiliki struktur kimiawi yang mirip dengan gula. Produsen makanan menggunakan gula alkohol untuk mempermanis produk mereka sekaligus mengurangi kalori. Gula alkohol merangsang selera lidah manis dan menambahkan rasa tanpa tambahan gula atau kalori.

"Gula alkohol mungkin memiliki sedikit pengaruh pada gula darah Anda,," kata Ahli Gizi Tegan Bissell dikutip dari health.clevelandclinic.co, Jumat (16/4).

Namun, ia melanjutkan terlalu banyak gula alkohol dalam makanan Anda dapat menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan.

"Perusahaan makanan dapat memasarkan makanan mereka sebagai makanan rendah karbohidrat, bebas gula, atau ramah diabetes tanpa mengorbankan rasa," kata dia.

Kandungan gula alkohol meliputi Xylitol, Erythritol, Sorbitol dan Maltitol. Sementara beberapa gula alkohol yang berasal dari buah-buahan dan sayuran, sebagian besar adalah buatan. Gula alami hanya berasal dari buah-buahan, tumbuhan, sayuran dan susu.

"Gula alami mudah dicerna dan digunakan sebagai energi dalam tubuh kalau gula alkohol tidak diserap atau dicerna sepenuhnya," kata dia.

Ia menambahkan gula alkohol dan pemanis buatan, seperti aspartam dan sakarin, adalah hal yang berbeda.  Tidak seperti gula alkohol, pemanis buatan adalah bahan kimia yang memberikan tingkat rasa manis yang intens dan tanpa kalori. 

Ia menjelaskan gula alkohol bisa menjadi tambahan yang aman untuk diet Anda dalam jumlah sedang. Penelitian telah menunjukkan 10 hingga 15 gram alkohol gula sehari aman.  Tetapi ada tiga efek samping gula alkohol potensial.

Pertama, efek samping gastrointestinal. Tubuh tidak dapat sepenuhnya mencerna alkohol gula, Anda mungkin mengalami beberapa gejala yang tidak menyenangkan segera setelah Anda memakannya.  Dalam sebuah studi di Inggris tahun 2006, para peneliti memberi peserta dosis gula atau salah satu dari dua jenis gula alkohol (xylitol dan erythritol). 

Baca Juga

Mereka yang memakai xylitol melaporkan kembung, gas, sakit perut dan diare.  Erythritol tampaknya memiliki efek yang lebih ringan pada perut, hanya meningkatkan mual dan gas jika diberikan dalam dosis besar.

 "Jika Anda makan makanan dengan gula alkohol beberapa kali sehari, Anda bisa mengalami masalah perut. Jika Anda melihat ini terjadi, berhati-hatilah atau temukan opsi pemanis lainnya," kata dia.

Kedua, gula alkohol bisa menaikkan berat badan. Berat badan masih mungkin naik saat mengonsumsi makanan yang mengandung gula alkohol, terutama jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Mereka rendah kalori dan karbohidrat tapi tidak bebas dari keduanya.

Ketiga, gula alkohol cenderung memiliki efek pencahar. Efek ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).  Alih-alih menyerap gula alkohol di perut, mereka bisa bertahan di usus dan berfermentasi.  
"Seperti kebanyakan makanan, yang terbaik adalah mengkonsumsi produk gula alkohol secara tidak berlebihan. Sehingga tidak menimbulkan penyakit di dalam tubuh," kata dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA