Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Mengutuk Israel Saja Dinilai Tidak Cukup

Ahad 09 May 2021 14:17 WIB

Red: Joko Sadewo

Serangan polisi Israel kepada jamaah Masjid al Aqsa pada jumat, 7/5/2021)

Serangan polisi Israel kepada jamaah Masjid al Aqsa pada jumat, 7/5/2021)

Foto: cnn.com
Harus ada sanksi tegas terhadap Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fraksi PAN DPR RI mengutuk kekerasan yang dilakukan polisi Israel kepada warga sipil Palestina di Mesjid Al-Aqsha. Tindakan kekerasan itu tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi warga Palestina, tetapi juga bagi seluruh umat Islam dunia. Israil jelas-jelas telah menodai bulan suci Ramadan dan menyakiti warga sipil yang tidak bersalah.

Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Daulay mengatakan dari video yang beredar, jelas sekali terlihat bagaimana aksi brutal polisi Israil di masjid Al-Aqsha. Ini adalah tindakan yang bertentangan dengan HAM. "PBB dan seluruh negara yang bernaung di bawahnya harus mengambil tindakan tegas kepada Israil. Bukankah salah satu fungsi PBB adalah menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia,” kata Saleh dalam siaran persnya, Ahad (9/5).

Tindakan kekerasan terhadap warga sipil seperti ini tetap berlanjut, menurut Saleh, disebabkan tidak adanya sanksi tegas kepada Israel. Ada kesan bahwa Israil dibiarkan melakukan kekerasan tanpa batas. Israel seakan dapat mendikte semua negara sehingga mereka dianggap tidak bersalah.

"Kita betul-betul berduka. Kasihan kepada warga Palestina. Mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Perlawanan mereka sangat tidak berarti. Senjata otomatis hanya dibalas dengan lemparan batu. Ini betul-betul tidak adil".

Saleh mengaku menonton salah satu video dimana ada seorang ibu yang meminta agar dunia membuka mata atas kekerasan yang dialami warga Palestina. "Dia menanyakan dimana peran negara-negara besar. Dimana peran para tokoh dunia, ulama, cendikiawan, pemimpin-pemimpin negara besar. Semua seakan diam dan tak bersuara,” ungkapnya.

Dalam konteks ini, kata Saleh, Fraksi PAN mendesak agar pemerintah melakukan upaya-upaya diplomatik agar warga Palestina bisa dilindungi. Pemerintah harus berkomunikasi dengan negara-negara lain di PBB.

"Tidak cukup hanya mengutuk. Harus ada sanksi tegas. Agar ada sanksi, jalur diplomasi dan komunikasi dengan berbagai negara perlu dilakukan. Paling tidak, di PBB Indonesia harus menyampaikan sikap tegas,” paparnya.

Indonesia dan Palestina, menurut Saleh, memiliki hubungan sejarah yang sangat panjang. Wajar kalau Indonesia memiliki kepentingan besar bagi perdamaian dan keamanan warga Palestina. "Dan sampai hari ini, warga Palestina masih berharap dan selalu memuji keberpihakan dan bantuan Indonesia kepada mereka,” ungkap Saleh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA