Ahad 09 May 2021 15:13 WIB

Palestina Minta Perlindungan PBB di Tengah Kekerasan Israel

Abbas menganggap Israel bertanggung jawab atas ketegangan di Yerusalem Timur

Red: Nur Aini
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (7/5) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat demi melindungi rakyat Palestina menyusul kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (7/5) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat demi melindungi rakyat Palestina menyusul kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (7/5) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat demi melindungi rakyat Palestina menyusul kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem.

Presiden Abbas mengatakan bahwa pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas insiden baru-baru ini di Yerusalem, serta segala dampak yang timbul dari eskalasi yang sedang berlangsung. Dia menggarisbawahi bahwa "kebrutalan dan terorisme" para pemukim Israel di Yerusalem Timur hanya akan membuat warga Palestina semakin terikat pada hak nasional mereka.

Baca Juga

Sejauh ini, 178 warga Palestina terluka dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa oleh pasukan Israel, yang menahan puluhan warga.

Sementara itu, bentrokan juga terjadi antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel yang mencoba memasuki Al-Aqsa melalui Bab Al-Silsila, salah satu pintu gerbang masjid. Masjid Al-Aqsa adalah situs paling suci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu "Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Negara penjajah itu mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980 dengan sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/palestina-minta-perlindungan-pbb-di-tengah-aksi-kekerasan-israel/2233292
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement