Ahad 09 May 2021 16:15 WIB

Sejarah Idul Fitri: Dari Nabi Nuh hingga Perang Badar

Hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu saat puasa

Sejarah Idul Fitri: Dari era Arab Jahiliyah hingga zaman Perang Badar
Foto: Republika/Wihdan
Sejarah Idul Fitri: Dari era Arab Jahiliyah hingga zaman Perang Badar

REPUBLIKA.CO.ID, --- Oleh Heri Ruslan

Idul Fitri memiliki arti dan makna penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Puasa Ramadhan sebulan penuh telah mengubah Muslim dan menjadikannya fitri.

Hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan.

Jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Jahiliyah Arab ternyata sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan. 

Kaum Arab Jahiliyah menggelar kedua hari raya itu dengan menggelar pesta pora. Selain menari-nari, baik tarian perang maupun ketangkasan, mereka juga bernyanyi dan menyantap hidangan lezat serta minuman memabukkan.

Nairuz dan Mahrajan merupakan tradisi hari raya yang berasal dari zaman Persia Kuno? tulis Ensiklopedi Islam.  

Setelah turunnya kewajiban menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada 2 Hijriyah, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.’’

Setiap kaum memang memiliki hari raya masing-masing. Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi dan Rasul, mengutip sebuah hadis dari Abdullah bin Amar, ‘’Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: ’’Puasanya Nuh adalah satu tahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha’.’’ (HR Ibnu Majah).

Jika merujuk pada hadis di atas, maka umat Nabi Nuh AS pun memiliki hari raya. Sayangnya, kata Ibnu Katsir, hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah itu sanadnya dhaif.  

Rasulullah SAW membenarkan bahwa setiap kaum memiliki hari raya. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari,  pernah memarahi dua wanita Anshar memukul rebana sambil bernyanyi-nyanyi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement