Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Ini Daftar Lokasi 'Hotspot' Covid-19 di Malaysia

Ahad 09 May 2021 04:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Ilustrasi virus corona.

Ilustrasi virus corona.

Foto: Pixabay
Kasus harian baru Covid-19 di Malaysia dilaporkan naik jadi 4.498 pada Jumat (7/5).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia mengeluarkan daftar mal, hipermarket, dan toko bahan makanan yang dianggap sebagai hotspot dari virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), penyebab infeksi penyakit Covid-19 pada Sabtu (8/5). Daftar berisi 150 lokasi yang dinilai rawan wabah ini dirilis berdasarkan analitik data terbaru dan sistem kecerdasan batan (AI). 

Lokasi-lokasi dalam dastar telah dipantau selama periode tujuh hari. Menurut laporan, sebanyak 80 persen diantaranya berada di Ibu Kota Kuala Lumpur dan wilayah Selangor yang merupakan negara bagian dengan populasi penduduk padat.

Dilansir The Strait Times, diantara tempat-tempat yang termasuk dalam daftar hotspot Covid-19 adalah lokasi perbelanjaan populer seperti Bangsar Shopping Centre, Suria KLCC, Mid Valley Megamall, kompleks Sogo dan Selayang Mall. Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, sistem peringatan dini itu bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan pergerakan mereka, guna mencegah penularan Covid-19.

Jamaluddin mengatakan, sistem prediktif, yang disebut Identifikasi Hotspot untuk Keterlibatan Dinamis (Hide), juga dapat berfungsi sebagai panduan bagi pemilik tempat untuk mengambil tindakan proaktif untuk mengekang penularan virus. Kementerian Kesehatan Malaysia akan membuat prediksi di tempat-tempat yang berpotensi menjadi hotspot Covid-19 dalam tujuh hari ke depan. 

“Daftar lokasi dan tempat itu penting dan perlu, mengingat jumlah kasus Covid-19 baru yang dilaporkan setiap hari ada di tingkat yang mengkhawatirkan,” ujar Jamaluddin dalam sebuah pernyataan, Sabtu (8/5).

Daftar tersebut, menurut Jamaluddin juga dapat memungkinkan langkah-langkah pencegahan diambil oleh pihak berwenang, pemilik tempat, dan orang-orang untuk mencegah munculnya kluster baru Covid-19 di Malaysia. Negara Asia Tenggara ini sedang berjuang untuk menahan gelombang ketiga wabah

Khairy mengatakan, pihaknya menggunakan beberapa variabel dalam analisis prediktifnya untuk mengidentifikasi potensi hotspot Covid-19. Ini termasuk kepadatan orang banyak, batasan ruang dan ventilasi udara, yang digunakan untuk memprediksi apakah lokasi tertentu berpotensi. 

Diantara langkah-langkah intervensi yang akan diambil oleh pihak berwenang dan pemilik tempat adalah mengirim pemberitahuan kontak biasa melalui aplikasi pelacakan kontak MySejahtera, mengendalikan pergerakan pengunjung, menghentikan pengunjung dengan status "berisiko tinggi" di MySejahtera dari memasuki suatu daerah dan melakukan tes Covid-19 massal pada pekerja. Masyarakat juga diimbau untuk menunda mengunjungi lokasi dan tempat yang telah terdaftar. 

“Jika memang harus mengunjungi lokasi tersebut, patuhi pedoman yang telah ditetapkan,” kata Jamaluddin menambahkan. 

Kasus harian baru Covid-19 di Malaysia dilaporkan naik menjadi 4.498 pada Jumat (7/5), yang merupakan jumlah tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, pasien yang masuk ke unit perawatan intensif terkait penyakit ini mencapai 506 orang, yang merupakan angka tertinggi sejak wabah dikonfirmasi di negara itu pada awal 2020.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA