Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

BPBD: Luncuran Awan Panas Sinabung Terlihat dari 1,5 Km

Sabtu 08 May 2021 21:35 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik saat terjadi letusan di Karo, Sumatera Utara, Indonesia, 03 Maret 2021. Gunung Sinabung, salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia, meletus pada 02 Maret, memuntahkan material vulkanik setinggi 5.000 meter ke udara. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, yang menyumbang 80 persen aktivitas seismik dunia.

Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik saat terjadi letusan di Karo, Sumatera Utara, Indonesia, 03 Maret 2021. Gunung Sinabung, salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia, meletus pada 02 Maret, memuntahkan material vulkanik setinggi 5.000 meter ke udara. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, yang menyumbang 80 persen aktivitas seismik dunia.

Foto: EPA-EFE/DEDI SINUHAJI
Teramati letusan dengan ketinggian 1.000 meter dan warna asap kelabu.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara menyatakan Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Sabtu pukul 12.00 WIB. Gunung meluncurkan awan panas yang teramati dengan jarak 1.500 meter mengarah ke timur dan tenggara.

"Selain itu teramati letusan dengan ketinggian 1.000 meter dan warna asap kelabu," kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin, ketika dihubungi dari Medan, Sabtu.

Ia menjelaskan, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200-400 meter di atas puncak kawah.Gunung Sinabung berada pada ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat erupsi terjadi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.Sementara suhu udara 18-26 derajat Celcius."Jumlah guguran 33 kali, dengan amplitudo maksimum 2-120 mm dan durasi 30-134 detik," ujarnya.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga dan petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang warganya sudah dipindahkan serta di lokasi dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, radius sektoralnya pada lima kilometer untuk sektor selatan-timur dan empat kilometer untuk sektor timur-utara."Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan," kata Natanail Perangin-angin.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA