Sabtu 08 May 2021 20:26 WIB

Pemkot Bogor Batasi Mobilitas Masyarakat Demi PTM Juli

Saat ini Kota Bogor tengah berstatus zona oranye.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Muhammad Fakhruddin
Pemkot Bogor Batasi Mobilitas Masyarakat Demi PTM Juli (ilustrasi)
Foto: Pemkab Serang
Pemkot Bogor Batasi Mobilitas Masyarakat Demi PTM Juli (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Jelang lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengontrol aktivitas dan mobilitas masyarakat. Sebab, Pemkot Bogor saat ini tengah memiliki target besar, yakni melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara serentak pada Juli 2021.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memaparkan, saat ini Kota Bogor tengah berstatus zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Jika masyarakat abai dan Kota Bogor kembali menjadi zona merah, siswa sekolah di Kota Bogor bisa gagal melaksanakan PTM secara serentak nantinya.

“Kita punya target besar. Di bulan Juli 2021, anak-anak bisa melaksanakan PTM lagi di sekolah. Kalau abai, sekarang zona oranye, nanti kita balik lagi ke zona merah. Kota-kota di wilayah lain udah bisa sekolah, anak-anak Bogor nggak bisa sekolah,” kata Dedie kepada Republika, Sabtu (8/5).

Untuk itu, Dedie melanjutkan, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, jika larangan mudik memiliki tujuan di belakangnya.

“Jadi kita ingin meningkatkan kesadarna masyarakat bahwa larangan mudik ini punga satu target besar yaitu memastikan bahwa PTM di bulan Juli bisa dilaksanakan sesuai dengan status zona yang kita capai nanti,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, Pemkot Bogor sudah melakukan persiapan maksimal dalam pelaksanaan PTM nantinya. Dimana, sebagian besar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah se-Kota Bogor sudah menerima vaksin Covid-29 secara lengkap.

Retno memaparkan, sebanyak sekitar 3.000 guru pada pekan lalu sudah menerima vaksin di pusat perbelanjaan. Yakni di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari.

“Jadi memang belum semuanya datang, jadi 90 persen sudah vaksin dosis pertama. Yang 80 persen itu sudah selesai dosis pertama dosis kedua, yang 3000 kemarin seminggu terakhir 5 selesai kan yang 3000 guru yang masih tersisa yang belum divaksin,” jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa tenaga pendidik belum datang sesuai jadwal vaksim yang diberikan. Ditargetkan, seluruh tenaga pendidik dan temaga kependidikan sudah selesai divaksinasi pada Mei.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement