Sabtu 08 May 2021 14:07 WIB

Pengangkatan Atap Baja JIS Pertimbangkan Keselamatan Warga

Jakpro tidak bisa memaksakan pengangkatan rangka atap karena bahaya bagi warga.

Suasana proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (8/5/2021). Berdasarkan laporan mingguan ke-87 dari PT Jakarta Propertindo mencatat bahwa progres pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82.000 penonton itu telah mencapai 55,56 persen.
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Suasana proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (8/5/2021). Berdasarkan laporan mingguan ke-87 dari PT Jakarta Propertindo mencatat bahwa progres pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82.000 penonton itu telah mencapai 55,56 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penataan Kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Ni Wayan Anantasia mengatakan pengerjaan pengangkatan atap bangunan proyek ini sudah mempertimbangkan keselamatan warga.

Anantasia mengatakan masih terus memusatkan perhatian pada keselamatan 41 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami kawasan tersebut. "Iya, salah satunya memang karena warga masih mendiami kawasan sekitar JIS. Itu faktor utama sih sebenarnya," ujar Anantasia.

Ia mengatakan pihak JIS sudah menemui ke-41 KK tersebut di kediaman mereka. Dari dialog dengan warga tersebut diketahui bahwa mereka belum mau pindah sebelum pengerjaan bangunan hunian sementara (huntara) di Jalan Tongkol, Pademangan, Jakarta Utara selesai.

"Terkini, mereka belum selesai melaksanakan huntaraSehingga kami mau tidak mau menunggu penyelesaian huntara mereka jadi," kata Anantasia.

Ia mengatakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak bisa memaksakan pengangkatan rangka atap dalam waktu dekat karena itu bisa berbahaya bagi warga.

"Karena kalau dipaksakan itu tidak memungkinkan. Karena memang itu masih benar-benar ada di Kawasan JIS. Dan itu sangat berbahaya sekali," kata Anantasia.

Adapun "timeline" pengangkatan rangka atap rencananya di bulan April belum mulai berjalan saat ini. Anantasia mengatakan kemungkinan pengerjaan tersebut bisa dilakukan di bulan Juni.

"Mungkin perkiraan kami ada di bulan Juni ya. Dan info dari kontraktor kami pun mengatakan bahwa untuk uji coba pengangkatan atap dilaksanakan pertengahan Juni," ujarnya.

Kendati demikian, Anantasia mengaku tetap optimistis kemunduran tersebut masih bisa dikejar setelah pengangkatan atap nanti selesai dilaksanakan. "Setelah pengangkatan atap ini berhasil dilaksanakan pasti deviasinya akan bergerak maju," kata Anantasia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement