Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

1,3 Juta Lebih Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

Sabtu 08 May 2021 13:40 WIB

Rep: alkhaledi Kurnialam/ Red: Hiru Muhammad

Petugas kargo memasukkan kontainer berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca ke atas truk setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/5/2021). Sebanyak 1,3 juta vaksin COVID-19 AstraZeneca tiba di Indonesia melalui jalur multilateral yakni melalui skema Covax facility dan selanjutnya akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung.

Petugas kargo memasukkan kontainer berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca ke atas truk setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (8/5/2021). Sebanyak 1,3 juta vaksin COVID-19 AstraZeneca tiba di Indonesia melalui jalur multilateral yakni melalui skema Covax facility dan selanjutnya akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung.

Foto: ANTARA/Fauzan
Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 1.389.600 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZaneca dari Covax telah tiba hari ini, Sabtu (8/5). Kedatangan ini menambah jumlah vaksin yang datang dari fasilitas tersebut menjadi total 6.410.500 juta dosis.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menjelaskan, hingga kini pemerintah Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis vaksin. Dengan rincian 68.500.000 dosis vaksin Sinovac, 6.410.500 dosis AstraZeneca COVAX dan 1 juta dosis Sinopharm. 

Menurutnya, sejak awal pandemi, Indonesia terus menyuarakan akses vaksin yang setara bagi semua. Sehingga saat ini terdapat pembahasan Vaccine Patent Waiver untuk mendorong kapasitas produksi dunia terhadap vaksin. Sebuah upaya kolaborasi dunia untuk meratakan jalan bagi akses vaksin untuk semua.

“Pada 17 Mei nanti, bersama Menteri Kesehatan Ethiopia, Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya akan memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group, untuk membahas situasi terkini upaya pemenuhan vaksin setara bagi semua negara”, kata Retno melalui rilis Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Sabtu (8/5).

Berdasarkan laporan WHO, kasus global Covid-19 tetap tinggi selama dua pekan terakhir melebihi jumlah kasus selama 6 bulan masa pandemi yaitu lebih dari 5,7 juta kasus baru per pekan. Kawasan Asia Tenggara, yang berdasarkan terminologi WHO mencakup India, Indonesia, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, Timor Leste, Myanmar dan Bhutan, mengalami kenaikan kasus tertinggi, yaitu sebesar 19 persen, terutama di India. 

Menyikapi kenaikan kasus ini, Retno menekankan agar tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan. “Setiap dari kita dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencegah peningkatan penyebaran virus Covid-19,”katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA