Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Tinggi

Sabtu 08 May 2021 12:21 WIB

Red: Agus raharjo

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran dipotret dari Srumbung, Magelang, Jateng, Kamis (6/5/2021). Menurut data BPPTKG periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi teramati 2 kali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 m serta 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.600 m kearah barat daya.

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran dipotret dari Srumbung, Magelang, Jateng, Kamis (6/5/2021). Menurut data BPPTKG periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB secara visual Gunung Merapi teramati 2 kali mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 m serta 17 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.600 m kearah barat daya.

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Hal itu berdasarkan pengamatan 30 April hingga 6 Mei 2021 terhadap gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan belum ada perubahan status terhadap Gunung Merapi. "Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," kata Hanik Humaida dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Sabtu (8/5).

Hanik menjelaskan sepanjang pengamatan sepekan, Merapi 12 kali melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal dua ribu meter ke arah barat daya. Gunung Merapi juga terpantau 74 kali meluncurkan guguran lava dengan estimasi jarak luncur maksimal dua ribu meter ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara sejauh 600 meter.

"Intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan pekan lalu," ujar Hanik.

Berdasarkan catatan BPPTKG, volume dua kubah lava di Gunung Merapi terus mengalami peningkatan. Volume kubah lava yang berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi diperkirakan telah mencapai 1,7 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 14 ribu meter kubik per hari. Sedangkan volume kubah di sektor barat daya berdasarkan hasil analisis foto sebesar 1,1 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 17 ribu meter kubik per hari.

Sementara itu, deformasi atau perubahan bentuk tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini juga tidak menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 0,6 cm per hari. "Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi," kata dia.

BPPTKG sampai sekarang mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. "Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung," kata Hanik Humaida.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA