Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sao Paolo Berlakukan Perpanjangan Aturan Pembatasan

Sabtu 08 May 2021 10:53 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Friska Yolandha

Pesepeda melewati grafiti di Sao Paulo, Brasil, Jumat (7/5). Pemerintah di Sao Paulo, Brasil memberlakukan perpanjangan aturan pembatasan selama dua pekan mendatang.

Pesepeda melewati grafiti di Sao Paulo, Brasil, Jumat (7/5). Pemerintah di Sao Paulo, Brasil memberlakukan perpanjangan aturan pembatasan selama dua pekan mendatang.

Foto: AP Photo/Andre Penner
Jam malam kembali ditetapkan kepada masyarakat untuk kendalikan penyebaran Covid.

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAULO -- Pemerintah di Sao Paulo, Brasil memberlakukan perpanjangan aturan pembatasan selama dua pekan mendatang. Jam malam kembali ditetapkan kepada masyarakat untuk mengendalikan penyebaran wabah infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). 

Meski demikian, pembatasan untuk sejumlah bisnis dan restoran dikurangi. Gubernur Sao Paulo, Joao Doria mengatakan jika kasus Covid-19 menurun, dengan penurunan pasien rawat inap di rumah sakit, pelonggaran pembatasan baru akan dimungkinkan. 

Baca Juga

Sebelumnya, sistem kesehatan di negara bagian itu dilaporkan mengalami masalah besar pada Maret dan April. Banyak pasien yang tidak bisa ditangani dan terdapat 85 hingga 100 persen hunian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU). 

“Kami akan melonggarkan pembatasan secara bertahap dan aman untuk menghindari wabah pandemi,” ujar Joao Doria, dilansir Ani News, Sabtu (8/5). 

Fase transisi aturan pembatasan dimulai pada Sabtu (8/5), dengan bisnis dan restoran hanya dapat beroperasi hingga pukul 21.00, kapasitas maksimal 25 persen.  Sau Paulo menjadi negara bagian Brasil yang memiliki populasi terpadat dan memiliki kasus Covid-19 tertinggi secara keseluruhan di negara Amerika Latin ini, dengan total 2.969.680 kasus dan 99.406 kematian. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA