Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Imran Khan Kunjungi Arab Saudi Untuk Perbaiki Hubungan

Sabtu 08 May 2021 06:09 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

 Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Foto: AP/Rahmat Gul
Kunjungan perdana menteri Khan untuk kembalikan hubungan dengan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Perdana Menteri Pakistan Imran Khan akan menggelar kunjungan tiga hari ke Arab Saudi. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki hubungan yang renggang dalam beberapa tahun terakhir.

Khan tiba di Riyadh pada Jumat (7/6) untuk memenuhi undang Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). Menurut para pengamat kunjungan ini cukup penting. Walaupun Arab Saudi dan Pakistan sekutu dekat tapi hubungan mereka sempat merenggang.

"Kunjungan Perdana Menteri Khan ke Arab Saudi pekan ini adalah upaya untuk mengembalikan hubungan mereka ke tingkat sebelumnya, sangat dekat," kata peneliti program kebijakan luar negeri Brookings Institution, Madiha Afzal seperti dikutip Aljazirah, Jumat (7/5).

Dua negara itu tetap mitra geostrategis yang penting dan hubungan stabil antara Islamabad dan Riyadh diperkirakan akan berlanjut. Kepala Angkatan Darat Tentara Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa tiba lebih dulu di Arab Saudi pada Selasa (4/5) lalu.

Bajwa disambut Duta Besar Pakistan untuk Arab Saudi Bilal Akbar dan perwira militer Arab Saudi. Tugasnya mempersiapkan kunjungan Khan.

"Bajwa seperti semua panglima angkatan darat Pakistan, mendorong kebijakan luar negeri, dan kunjungannya sendiri sebelum kedatangan Khan jelas bertujuan menunjukan keseriusan Pakistan," kata peneliti senior  wilayah Asia Selatan lembaga think-tank Wilson Center, Michael Kugelman.

Sebagian pengamat memperkirakan kunjungan ini akan fokus pada tujuan ekonomi seperti kesempatan kerja ekspatriat Pakistan di Arab Saudi dan investasi Arab Saudi di Pakistan. Tapi Riyadh tampaknya juga ingin memperkuat hubungan politik dengan Pakistan.

"Mengingat sikap tegas pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terhadap Arab Saudi, Riyadh tidak boleh memotong sekutu mana pun saat ini, baik signifikansinya besar maupun kecil," kata peneliti Institute of Strategic Studies Islamabad, Arhama Siddiqa.

Siddiqa mengatakan kunjungan ini mewakili upaya kedua belah bihak untuk membentuk kemitraan yang saling bermanfaat dan berkelanjutan. Sementara itu menurut Kugelman tujuan utama Islamabad adalah mendapatkan kembali bantuan finansial dari Riyadh.

"Tujuan kunjungan Khan untuk kedua negara itu sederhana, agar dapat mengatakan kemitraan mereka kembali ke level sebelumnya," kata Kugelman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA