Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Ini Perkataan Pelaku Sebelum Tampar Imam Masjid Pekanbaru

Jumat 07 May 2021 21:08 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Penganiayaan terhadap Imam Masjid Baitul Ar

Penganiayaan terhadap Imam Masjid Baitul Ar

Foto: Tangkapan Layar
Polisi telah menangkap pelaku, diduga tersangka alami gangguan jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Jajaran Kepolisian Resort Kota Pekanbaru menahan seorang pria yang melakukan penganiayaan terhadap imam masjid yang tengah melaksanakan shalat subuh berjemaah di Masjid Baitul Ar'sy, Jumat. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Terhadap yang bersangkutan saat ini masih kita lakukan pemeriksaan di Polsek Tampan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya dalam pernyataan pers di Pekanbaru.

Baca Juga

Ia menjelaskan korban bernama Zuhri Ashari yang menjadi imam di Masjid Baitul Ar'sy Komplek Perumahan Widya Graha II, Jalan Srikandi, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Sementara pelaku berinisial DA (41), yang juga warga setempat.

Kejadian tersebut terekam oleh CCTV masjid, bermula ketika jemaah sedang melaksanakan shalat subuh berjamaah pada rakaat kedua. Tiba-tiba DA masuk dari barisan belakang, langsung menerobos jamaah yang sedang sholat dan menghampiri Imam Shalat.

"Pelaku sempat mukul pundak saya dan bilang bisa dibetulin 'gak shalatnya, suaranya keras lagi. Setelah ngomong gitu dia langsung menampar saya. Spontan saya mundur dan jamaah langsung mengamankan pelaku," kata imam masjid, Zuhri Ashari.

Berdasarkan hasil interogasi pihak Kepolisian Polsek Tampan, pelaku mengaku nekat melakukan penganiayaan karena risih mendengar suara mengaji. "Pelaku tadi ditanya mengapa ia masuk masjid itu, terus dijawab pelaku saat sedang berjalan, ia mendengar suara mengaji, karena risih pelaku langsung mendatangi masjid Baitul Ar'sy"," katanya.

Dari keterangan warga sekitar, pelaku tinggal di perumahan Widya Graha II yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan keluarga yang menyatakan bahwa pria tersebut mengalami gangguan jiwa.Pelaku memiliki kartu pasien dari Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru yang harus selalu dibawa oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA