Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Diajarkan Nabi ke Aisyah

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 07 May 2021 20:23 WIB

Nabi Muhammad SAW fokus ibadah selama akhir Ramadhan. Iktikaf (ilustrasi) Foto: republika Nabi Muhammad SAW fokus ibadah selama akhir Ramadhan. Iktikaf (ilustrasi)

Nabi Muhammad SAW fokus ibadah selama akhir Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dengan hampir berakhirnya bulan Ramadhan, umumnya umat Islam ingin memfokuskan diri untuk melaksanakan ibadah sebaik mungkin agar meraup banyak pahala. Terutama, di 10 hari terakhir Ramadhan di mana di waktu inilah Nabi pernah mengajarkan doa kepada Sayyidah Aisyah.

Dilansir di Masrawy, Jumat (7/5), dalam sebuah siaran langsung yang digelar melalui laman resmi Dar Al-Ifta Mesir, terdapat sebuah pertanyaan mengenai doa apa yang terbaik kepada Allah di 10 hari terakhir Ramadhan? Sekretaris Fatwa Dar Al-Ifta Mesir kemudian mengutip sebuah hadits.

Baca Juga

Bahwasannya Rasulullah SAW menganjurkan bagi umatnya untuk berdoa di malam sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan doa. Nabi bersabda: 

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنا Allahumma innaka afuwwun tuhibbul-afwa fa’fu anna.” “Ya Allah ya Tuhan, Engkau Mahapengampun, Engkau menyukai ampunan (kepada setiap makhluk Allah). Karenanya, ampunilah kami.” 

Doa dalam hadits ini diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Sayyidah Aisyah tatkala beliau mendatangi Rasulullah dan bertanya langsung tentang doa apa yang dapat ia baca di 10 hari terakhir Ramadhan.

Dijelaskan bahwa, salah satu sifat Allah adalah Yang Mahapengampun. Bahkan kata Al-Afwu (Maha Pengampun) yang disandarkan pada sifat Allah ini disebutkan sebanyak lima kali dalam Alquran. Salah satunya sebagaimana yang termaktub dalam Surat An Nisa 149: 

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا “In tubdu khairan aw tukhfuhu aw ta’fuw an suu-in fa-innallaha kaana afuwwan qadiran.”

Yang artinya: “Jika kamu melahirkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahakuasa.”

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X