Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

BUMMAS Binaan Rumah Zakat Tingkatkan Pemasaran Ikan Kering

Sabtu 08 May 2021 02:29 WIB

Red: Hiru Muhammad

Tidak hanya kebutuhan bahan pokok saja, kebutuhan ikan rebus asin yang dikeringkan juga meningkat. Hal ini dikarenakan banyak para pedagang ikan kering hampir diseluruh daerah meminta untuk dipasok dalam persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini.

Tidak hanya kebutuhan bahan pokok saja, kebutuhan ikan rebus asin yang dikeringkan juga meningkat. Hal ini dikarenakan banyak para pedagang ikan kering hampir diseluruh daerah meminta untuk dipasok dalam persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini.

Foto: istimewa
Pemasaran sektor usaha dagang ikan binaan BUMMas Jauzul Hind berjalan lancar

REPUBLIKA.CO.ID, SUKA MAJU -- Tidak hanya kebutuhan bahan pokok saja, kebutuhan ikan rebus asin yang dikeringkan juga meningkat. Hal ini dikarenakan banyak para pedagang ikan kering hampir diseluruh daerah meminta untuk dipasok dalam persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri ini.

Tentunya selain kerja sama dengan para nelayan dan pedagang lainnya, BUMMas Jauzul Hind juga lebih ekstra dalam memenuhi kebutuhan dari pelanggannya. Terbilang saat ini, tak hanya pasar lokal saja, terkadang permintaan tersebut datang dari luar daerah bahkan sampai meminta dalam jumlah ratusan kilo.

Akan tetapi dikarena kondisi para nelayan di bulan Ramadhan yang selain berpuasa, sehingga enggan untuk melaut. Kondisi cuaca yang tak stabil pun menjadi salah satu dari banyak tidaknya tangkapan dari para nelayan termasuk binaan dari BUMMas Jauzul Hind sendiri.

Saat ini kondisi pemasaran dari sektor usaha dagang ikan binaan BUMMas Jauzul Hind mitra Rumah Zakat berjalan sangat lancar, terkadang permintaan tersebut datang dari luar kota untuk dipaketkan, dan terkadang ada juga datang dari pasar lokal untuk menjual hasil ikan yang sudah diolah dan dikeringkan tersebut. Mulai dari awal ramadhan sampai dengan sekarang tetap normal normal saja.

Jika pun ada permintaan yang melebihi dari target, BUMMas Jauzul Hind mencoba untuk bekerja sama dengan para pedagang lainnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jika tidak bisa maka akan ditolak. Dan tak hanya itu saja, BUMMas Jauzul Hind mencoba melakukan pemasaran lebih jauh lagi.

Pemasaran tersebut dimulai dengan memasarakan produk di TPI yang memang apabila menjual dilokasi tersebut, tentunya disana akan dijumpai para pedagang dari luar kota batu bara. Pemasaran dilanjutkan dengan menggunakan fanpage BUMMas Jauzul Hind sendiri.

Ternyata hasilnya cukup meyakinkan, sudah mulia banyak pedagang dari luar kota mulai dari medan, pematang siantar sampai dengan tanjung balai terkadang meminta untuk dipasok jenis ikan ikan yang memang menjadi tangkapan dari para nelayan binaan dari BUMMas Jauzul Hind.

“Tentunya kita akan terus berupaya untuk meningkatkan pemasaran, terutama dari segi kondisi tangkapan yang bisa dibilang harus ditingkatkan lagi. Saat ini kita masih menjalankan apa adanya saja. Alhamdulillah bisa dikatakan ini sudah cukup meyakinkan,” tutur Fauzi selaku Relawan Rumah Zakat di Desa Berdaya Suka Maju.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA