Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

WTO Sambut Keputusan AS Cabut Hak Paten Vaksin Covid-19

Jumat 07 May 2021 07:42 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala menyambut kesiapan Amerika Serikat (AS) mengesampingkan sementara hak paten vaksin Covid-19.

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala menyambut kesiapan Amerika Serikat (AS) mengesampingkan sementara hak paten vaksin Covid-19.

Foto: www.freepik.com.
Langkah AS dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi vaksin Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala menyambut kesiapan Amerika Serikat (AS) mengesampingkan sementara hak paten vaksin Covid-19. Langkah tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi vaksin guna melawan pandemi.

“Kita perlu segera merespons Covid-19 karena dunia sedang menyaksikan, dan orang-orang sekarat,” kata Ngozi dalam sebuah pernyataan pada Kamis (6/5), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Proposal untuk pengabaian sementara atas kesepakatan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) telah diajukan di WTO tahun lalu oleh India dan Afrika Selatan. Sebanyak 60 negara turut mensponsori proposal tersebut.

“Saya senang para pendukung sedang mempersiapkan revisi proposal mereka, dan saya mendorong mereka untuk meletakkan ini di atas meja secepat mungkin sehingga negosiasi berbasis teks dapat dimulai. Hanya dengan duduk bersama kita akan menemukan jalan pragmatis ke depan, dapat diterima oleh semua anggota,” kata Ngozi.

Sebelumnya Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengungkapkan, pemerintahan Presiden Joe Biden sangat mendukung perlindungan hak kekayaan intelektual. Namun mengingat saat ini pandemi masih berlangsung, Washington mendukung pencabutan paten vaksin Covid-19. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mengakhiri pandemi.

"Kami akan secara aktif berpartisipasi dalam negosiasi berbasis teks di WTO yang diperlukan untuk mewujudkannya. Negosiasi tersebut akan memakan waktu mengingat sifat lembaga yang berbasis konsensus dan kompleksitas masalah yang terlibat,” kata Kathrine pada Rabu (5/5).

Baca juga : Tahajud Laksamana di Kapal Selam dan Ujung Kematian

 

sumber : AP/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA