Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Alasan Ottoman Pernah Larang Makan Tomat Ratusan Tahun

Jumat 07 May 2021 05:45 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Memakan tomat pernah menjadi mitos termasuk di Kesultanan Ottoman. Buah tomat (ilustrasi)

Memakan tomat pernah menjadi mitos termasuk di Kesultanan Ottoman. Buah tomat (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Memakan tomat pernah menjadi mitos termasuk di Kesultanan Ottoman

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak mitos aneh tentang buah tomat yang tersebar di berbagai belahan dunia. Di Eropa misalnya, selama lebih dari 200 tahun tomat dianggap sebagai penyebab matinya para bangsawan.

Sementara orang-orang Amerika Utara menyebut tomat sebagai buah yang mematikan. Dan di antara cerita tentang tomat yang menarik adalah dari Ottoman dan Syam. Seperti apa penjelasannya, berikut seperti dikutip Arabic Post pada Kamis (6/5). 

Pada masa Kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman pernah ada larangan memakan tomat. Buah tomat beredar luas di kekaisaran Utsmaniyah masa Sultan Mehmed sang Penakluk menaklukan Konstantinopel pada abad kelima belas. 

Dalam sebuah manuskrip yang ditemukan di Istana Topkapi menunjukkan bahwa Sultan sangat menyukai tomat. Bahkan kesultanan Utsmaniyah sampai membudidayakan tomat di wilayah Iznik negara bagian Bursa. 

Ketika Bizantium mengetahui kesukaan sultan itu, mereka pun mencoba membunuh Sultan dengan mengirimkan tomat yang mengandung racun. Akan tetapi hal itu diketahui Sultan dan sejak itu dikeluarkan larangan memakan tomat. Larangan itu baru dicabut setelah 280 tahun kemudian. 

Sementara di Syam, tomat dinamai dengan punggung setan. Pada abad kesembilan belas ketika tomat tiba di Syam, penduduk setempat menolaknya. Penduduk merasa jijik untuk memakannya dan membudidayakannya. Sehingga mereka menamakannya punggung setan. Dalam bukunya penulis dan pemikir Suriah Tarabishi menjelaskan sampai pada titik tertentu di mana mufti Madinah mengeluarkan fatwa hukum melarang dan memakannya. Namun fatwa itu hanya berlangsung sebentar.

 

Sumber: arabicpost

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA