Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Ragam Jenis Puasa dan Caranya Menurut Ajaran Yahudi  

Kamis 06 May 2021 21:37 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Yahudi juga mempuyai syariat berpuasa dengan tata cara yang berbeda. Yahudi (ilustrasi)

Foto:
Yahudi juga mempuyai syariat berpuasa dengan tata cara yang berbeda

3. Puasa empat hari

Puasa empat hari merupakan perpaduan antara puasa lengkap dan puasa ringan, namun ditujukan bagi umat Yahudi untuk memperingati penghancuran Bait Suci Yerusalem setiap tahun. Antara lain puasa 9 Agustus (Tisha B'Av), di mana saat itu orang Yahudi berpuasa sepenuhnya.

Kemudian Puasa Tzom Gedalia, di mana Yahudi berpuasa ringan, puasa sepersepuluh Tevet (Asara B'Tevet) di mana orang Yahudi berpuasa ringan, dan puasa di 17 Juli (Shiva Asar B'Tammuz) di mana pada saat itu orang Yahudi mengambil puasa ringan.

Perlu dicatat bahwa hari-hari puasa disebutkan dalam Alkitab, dan orang-orang Yahudi biasanya berpuasa setelah penghancuran Bait Suci pertama, tetapi mereka menghentikannya setelah pembangunan Bait Suci kedua sebagaimana ajaran Talmud.

Umat Yahudi tidak berpuasa pada hari-hari ini selama Bait Allah berdiri dan hari-hari puasa diganti dengan perayaan, puasa wajib pada hari-hari ini selama orang Yahudi mengalami penganiayaan.

4. Puasa religius dan kelompok Yahudi tertentu

Tidak semua orang Yahudi menganut jenis puasa ini. Sebaliknya, individu beragama secara khusus mengikutinya atau kelompok dan kelompok komunitas Yahudi tertentu, dan hari-hari puasa jenis ini meliputi beberapa puasa.

Pertama, puasa anak sulung. ang jatuh pada hari sebelum Paskah (14 April). Dan tidak seperti semua puasa Yahudi lainnya, puasa pada hari ini diwajibkan hanya untuk anak sulung (anak pertama yang lahir di setiap keluarga).

Kedua, puasa Little Yom Kippur, puasa yang diadopsi oleh beberapa kelompok Yahudi dan jatuh pada hari sebelum permulaan setiap bulan.

Ketiga, puasa Senin dan Kamis, lalu Senin berikutnya setiap bulan (Shafan dan Mei) dalam kalender Ibrani.

Keempat, puasa Shuofavim. Puasa Shuofavim adalah periode enam hingga delapan pekan setiap tahun, di mana orang Yahudi fokus pada penebusan dosa-dosa mereka. Terutama dosa seksual, dan beberapa puasa setiap hari selama periode ini kecuali pada hari Sabtu, dan lainnya berpuasa sekali atau dua kali sepekan yakni di Senin dan Kamis.

Kelima, puasa untuk memperingati pembantaian Khmelnitsky. Yaitu pembantaian di mana banyak orang Yahudi dibunuh menyusul pemberontakan yang terjadi di Ukraina antara 1648 dan 1657. Keenam, puasa Samuel. Puasa ini dilakukan pada 28 Mei. Ketujuh, puasa Musa pada tanggal tujuh Maret.

Juga, ada kebiasaan di antara beberapa kelompok Yahudi yang mengharuskan pengantin untuk berpuasa pada hari pernikahan mereka, dan kebiasaan ini terutama terlihat di kalangan Ashkenazi (mereka adalah orang Yahudi dari diaspora yang berkumpul di Kekaisaran Romawi pada akhir milenium pertama) dan beberapa orang Yahudi Sephardic (orang Yahudi yang pertama kali berasal kembali ke Iberia (Spanyol dan Portugal. Mereka diusir dari daerah ini pada abad kelima belas).

 

 

Sumber: arabicpost 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA