Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Shell Gandeng APBI Dukung Penurunan Emisi Karbon Industri

Kamis 06 May 2021 16:34 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Emisi karbon

Emisi karbon

Foto: concurringopinions.com
Indonesia berkomitmen mengurangi emisi GRK sesuai target yang dicanangkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Shell Indonesia bersama dengan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) kerja sama untuk penurunan emisi karbon. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pemerintah terus memberikan dorongan berupa dukungan kebijakan fiskal dan non fiskal, semata-mata demi meningkatkan nilai tambah industri seiring kebijakan transisi energi yang lebih bersih. 

Selain itu untuk memenuhi tujuan ke arah pembangunan rendah karbon pemerintah juga terus mendukung dan menjadi bagian dari komitmen Paris Agreement melalui ekonomi rendah karbon dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim. "Hal ini akan dicapai melalui berbagai sektor seperti  kehutanan, pertanian, limbah, energi, transportasi, dan industri,” ujar Luhut, Kamis (6/5).

Baca Juga

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen dan optimis dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai target yang telah dicanangkan. Berbagai kebijakan, inisiatif, program dan stimulus yang dilakukan pemerintah saat ini diharapkan dapat mendorong pengurangan emisi karbon dengan cara yang paling efektif dan efisien.

President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia Dian Andyasuri menyampaikan komitmen Shell untuk terus berkontribusi dengan mengembangkan portofolio yang kompetitif dan mendorong Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih melalui berbagai inisiatif bisnis maupun sosial. 

Hal ini sejalan dengan strategi ‘Powering Progress’ yang dicanangkan Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission pada tahun 2050. Strategi ini sejalan dengan Paris Agreement dan agenda Pemerintah Indonesia dalam menahan laju pemanasan global.

“Sebagai perusahaan global yang lahir di Indonesia, kami ingin bertumbuh bersama dengan industri tanah air dan menjadi mitra pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung Indonesia memasuki transisi energi ini,” kata Dian. 

Perubahan signifikan di industri energi adalah salah satu cermin dari tantangan dan peluang di tingkat global dan nasional yang membutuhkan inovasi dan solusi untuk dapat menghadapinya secara efektif. “Sangatlah penting bagi kita semua yang hadir di forum ini, termasuk seluruh pelaku industri, untuk dapat bekerjasama guna mewujudkan agenda penyediaan dan solusi energi yang lebih bersih dalam mendukung kesuksesan transisi energi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang,” tegas Dian.

Ketua Umum APBI-ICMA Pandu Sjahrir dalam waktu dekat shell dan APBI akan melakukan kajian terkait carbon credit ini dan potensi bisnisnya dalam industri dalam negeri. "Dalam waktu 2-3 tahun kedepan akan ada transformasi amat besar di industri kita, dimana kita akan bersatu padu dengan pemerintahan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang bisa mencapai zerocarbon emission,” ujar Pandu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA