Amanat Nabi Muhammad: Raih Malam Lailatul Qadar

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Jumat 07 May 2021 04:00 WIB

Amanat Nabi Muhammad: Raih Malam Lailatul Qadar. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi) Foto: smileyandwest.ning.com Amanat Nabi Muhammad: Raih Malam Lailatul Qadar. Foto: Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)

Meraih malam lailatul qadar diamanatkan Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Satu malam lebih baik dari seribu bulan adalah sebutan lain dari Lailatul Qadar. Karena malam ini adalah malam yang utama dan dimuliakan oleh Allah SWT daripada malam-malam lainnya.

"Di dalamnya malam Lailalatul Qadar ini penuh keberkahan (maka dapatkanlah malam kemulian itu)," kata Candra Nila Murti Dewojati dalam bukunya "Cara Jitu Meraih Lailatul Qadr".

Keutamaan malam ini seperti firman Allah SWT dalam surat ad-Dukhan ayat 3 yang menyebutkan, "Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi".

Hal ini bisa dilihat dari riwayat Ibnu Umar ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Carilah Lailatul Qadr di 10 hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tak sanggup, maka janganlah ia tertinggal di 7 hari yang tersisa."(HR Bukhari Muslim).

Ketika ada yang berpendapat bahwa kelemahan ini mungkin bukan hanya sekedar lemah secara raga karena sedang sakit. Akan tetapi juga lebih dari itu, yakni semangat yang mulai mengendur setelah 20 hari melaksanakan perintah Allah SWT untuk berpuasa.

"Untuk itu, harus dipompa lebih dahsyat lagi dengan diberi berupa reward, yakni Lailatul Qadar yang banyak diyakini akan hadir setelah hitungan malam Kedua puluh dalam Ramadhan," katanya

Hal ini bisa diketahui dari ucapan Rasulullah yang pernah didengan sahabat. "Aku melihat bahwa pandangan kalian telah lama. Maka barangsiapa yang mencarinya Latul Qadar, hendaklah mereka mencarinya di 7 hari terakhir."

Candra mengatakan, alasan mengapa Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam mencari malam Lailatul Qadar. Tentu tidak lain adalah kecintaan beliau kepada umatnya untuk menunjukkan jika malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan itu bukan rekaan semata.

"Malam mulia itu emang ada, bukan rekaan dan pahala yang besar jika seorang hamba meningkatkan porsi waktu dan tenaganya yang tercurah hanya untuk Allah SWT semata," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X