Lailatul Qadar Hasil Renungan Nabi Muhammad untuk Umatnya

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Jumat 07 May 2021 03:30 WIB

Lailatul Qadar Hasil Renungan Nabi Muhammad untuk Umatnya. Foto: Ilustrasi malam lailatul qadar. Foto: Republika/mgrol101 Lailatul Qadar Hasil Renungan Nabi Muhammad untuk Umatnya. Foto: Ilustrasi malam lailatul qadar.

Allah menganugrahkan malam Lailatul Qadar untuk umat Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menurut sebuah riwayat, hanya umat Nabi Muhammad SAW saja yang bisa menjumpai malam seribu bulan. Dan ini merupakan hal yang istimewa karena tidak diturunkan oleh umat sebelumnya.

"Hitungan seribu bulan ini bila dihitung tahun, jatuhnya adalah 83 tahun 4 bulan, cukup renta untuk ukuran manusia saat ini," kata Candra Nila Murti Dewojati di dalam bukunya "Cara Jitu Meraih Lailatul Qadr"

Karena tidak bisa dibayangkan, hanya satu malam yang mempunyai nilai lebih dari malam lainnya. Maka dari itu akan sangat rugi jika tidak memenuhi malam mulia itu saat Ramadan.

"Apalagi usia manusia pada saat ini banyak yang tidak memenuhi hitungan itu," katanya.

Dalam sebuah riwayat pula, suatu hari Rasulullah SAW bercerita mengenai orang saleh di kalangan Bani Israil. Orang tersebut bisa menghabiskan waktunya selama seribu bulan untuk melakukan kebaikan di jalan Allah SWT. Mendengar kisah tersebut, beberapa sahabat kemudian menjadi iri karena mana mungkin memiliki kesempatan seperti itu jika usia manusia zaman Rasulullah SAW masih berkisaran di bawah 83 tahun.

"Mendengar penuturan para sahabatnya kepada Rasulullah saw menjadi merenung juga merasa kesedihan karena merasa umatnya mustahil bisa seperti umat terdahulu sehingga kesempatan beribadah tak bisa seperti orang soleh Bani Israil tadi," katanya

Ternyata tak tak disangka Allah SWT memberikan hadiah terindah pada umat Nabi Muhammad SAW dengan memberikan suatu malam yang lebih baik bukan hanya sama dengan seribu bulan. Hal ini diungkapkan oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Ramadhan.

"Malam itu banyak sekali karunia, kebaikan dan keberkahan,"Imbuhnya.

Banyak kalangan menerjemahkan arti Lailatul Qadar dengan tafsiran yang beda-beda, meski pada akhirnya muaranya sama. Dokter Muchlis Hanafi, pakar tafsir dari Universitas al-Azhar Mesir mengungkapkan bahwa jika malam seribu bulan ini bermakna malam yang penuh kemuliaan karena diturunkannya al-quran, turunnya malaikat, dan dimulainya periode kenabian.

"Semuanya merujuk pada hal yang sama yakni penuh kemuliaan," katanya.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X