Malaikat Turun Saat Umat Dzikir di Malam Lailatul Qadar

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Jumat 07 May 2021 03:00 WIB

Malaikat Turun Saat Umat Dzikir di Malam Lailatul Qadar. Foto: Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi). Malaikat Turun Saat Umat Dzikir di Malam Lailatul Qadar. Foto: Malam Lailatul Qadar (Ilustrasi).

Saat umat berdzikir di malam Lailatul Qadar malaikat turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Malam Lailatul Qadar dihiasi oleh turunnya malaikat ke bumi. Para malaikat ikut berdoa dan memohonkan ampun juga mencatat dan menetapkan dari Allah SWT hal ihwal tentang manusia selama setahun penuh.

Candra Nila Murti Dewojati dalam bukunya
"Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar", mengatakan ada pendapat yang menyampaikan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat berbondong-bondong dengan sangat luar biasa memenuhi dua pertiga alam jagat raya. Sehingga membuat langit yang luas itu terasa sesak dengan kedatangannya.

"Malaikat datang hanya pada menit itu dan jam itu saja," katanya.

Bahkan hadits riwayat Thayalisi dalam Musnadnya nomor 2545 juga Ahmad II/292 dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya II/223 menyebutkan:

"Lalatul Qadar itu pada malam 27 atau 29 sungguh malaikat yang turun pada saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil."

Juga terlihat dalam surat Al Qadr ayat 4. "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. "

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa banyak malaikat yang turun saat itu dikarenakan banyaknya berkah dari malam Lailatul Qadar. Mereka turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat Allah SWT, sebagaimana mereka hadir di waktu-waktu seperti ketika Alquran dibacakan.

Mereka mengelilingi majelis-majelis dzikir bahkan pada waktu yang lain mereka meletakkan sayap-sayap mereka kepada penuntut ilmu sebagai sikap penghormatan mereka terhadap penuntut ilmu tersebut. Jumhur, Seorang ahli tafsir berkata maksud kata "wa ruu" adalah malaikat Jibril.

"Artinya para malaikat turun bersama malaikat Jibril dan Malaikat Jibril dikhususkan penyebutannya sebagai penghormatan dan pemuliaan terhadap dirinya," katanya.

Pada malam itu, bisa saja terjadi seperti tanda-tanda alam seperti angin yang sepoi-sepoi atau malah berhenti berembus, cuaca sangat cerah dan lainnya, tapi bisa diartikan pada makna simbolis, dengan keheningan, kesahduan, dan ada rasa pasrah, hati yang nyaman, rindu yang meronta-ronta pada sang pencipta alam ini.

Dari Anas ra, Rasulullah SAW bersabda, "Pada malam Lailatul Qadar, Malaikat Jibril turun ke dunia dengan sekumpulan malaikat lainnya, lalu berdoa memohon kan rahmat untuk berdzikir kepada Allah" (HR Baihaqi Syu'abuliman).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X