Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

India Diperingatkan Ancaman Gelombang Covid-19 Lanjutan

Kamis 06 May 2021 13:03 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Seorang anggota keluarga, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), melakukan upacara terakhir untuk korban COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India,  Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir dan terus berlanjut. berjuang dengan suplai oksigen.

Seorang anggota keluarga, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), melakukan upacara terakhir untuk korban COVID-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir dan terus berlanjut. berjuang dengan suplai oksigen.

Foto: EPA-EFE/IDREES MOHAMMED
Setelah tingkat infeksi mereda, negara terancam gelombang ketiga Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Penasihat ilmiah untuk pemerintah India, K. VijayRaghavan, memperingatkan negara itu pasti akan menghadapi gelombang lebih lanjut pandemi virus corona. Kondisi itu diprediksi dari laporan hampir 4.000 orang meninggal dalam waktu sehari.

VijayRaghavan memperingatkan bahwa bahkan setelah tingkat infeksi mereda, negara harus siap untuk gelombang ketiga. "Fase Tiga tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar. Namun, tidak jelas pada skala waktu apa fase tiga ini akan terjadi ... Kita harus bersiap untuk gelombang baru," katanya.

Baca Juga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dalam laporan mingguan bahwa India menyumbang hampir setengah dari kasus virus corona yang dilaporkan di seluruh dunia minggu lalu dan seperempat dari kematian. Banyak orang meninggal di ambulans dan tempat parkir mobil menunggu tempat tidur atau oksigen, sementara kamar mayat dan krematorium berjuang untuk menangani aliran jenazah yang tampaknya tak terhentikan.

Kementerian Kesehatan India melaporkan, kematian naik dengan rekor 3.780 selama 24 jam terakhir dan infeksi harian naik 382.315 pada Rabu (5/5). Jumlahnya telah melebihi 300.000 setiap hari selama dua minggu terakhir.

Lonjakan infeksi bertepatan dengan penurunan drastis dalam vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman, meskipun India adalah produsen vaksin utama. Setidaknya tiga negara bagian, termasuk Maharashtra, rumah bagi ibu kota komersial Mumbai, telah melaporkan kelangkaan vaksin, menutup beberapa pusat inokulasi.

Antrean panjang terbentuk di luar dua pusat di kota barat yang masih memiliki persediaan vaksin. Beberapa dari mereka yang menunggu meminta polisi untuk membuka gerbang lebih awal.

Pemerintah mengatakan kapasitas produksi obat antivirus remdesivir yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 telah meningkat tiga kali lipat menjadi 10,3 juta botol per bulan, naik dari 3,8 juta botol pada bulan lalu. Namun, Dewan Penelitian Medis India menyatakan, pengujian harian telah turun tajam menjadi 1,5 juta dari puncak 1,95 juta pada 1 Mei. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA