Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Solskjaer Nilai Demo Suporter MU Terlalu Lebay

Kamis 06 May 2021 11:47 WIB

Red: Israr Itah

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Foto: AP Photo/Jon Super
Ribuan suporter MU berdemonstrasi ke Old Trafford menentang Glazer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer menilai protes anti-Glazer yang membuat pertandingan timnya melawan Liverpool terpaksa ditunda terlalu berlebihan. Meski demikian, suara fan tersebut tetap harus didengarkan.

Kemarahan fan kepada keluarga Glazers, pemilik klub asal Amerika yang mengambil alih MU pada 2005, memuncak setelah sang pemilik baru-baru ini berupaya untuk bergabung dengan Liga Super Eropa. Ribuan suporter MU berdemonstrasi ke Old Trafford menentang rencana itu sebelum pertandingan Liga Primer yang dijadwalkan Ahad (2/5) melawan rival berat MU, Liverpool.

Baca Juga

Bahkan sekitar 200 pendemo masuk ke dalam stadion dan menyerbu lapangan, sementara kelompok demonstran lainnya menyuarakan rasa frustrasi mereka di hotel tim di Manchester. Solskjaer yang berbicara untuk pertama kalinya sejak kekacauan itu mengatakan, itu adalah hari yang sulit bagi United yang ingin mengalahkan Liverpool untuk para penggemar.

"Itu fokus para pemain, itu fokus saya. Tetapi seperti yang saya katakan sebelum pertandingan, kami tetap harus mendengarkan mereka," katanya pada Rabu (5/5), menjelang pertandingan kedua semifinal Liga Europa melawan AS Roma di Italia, Jumat (7/5) dini hari WIB.

"Kami harus mendengar suara fan. Itu hak setiap orang untuk memprotes dan harus dengan cara yang beradab, harus dengan cara yang damai. Sayangnya ketika Anda masuk ke lapangan di stadion dan ada petugas polisi yang terluka, semua itu sudah terlalu jauh."

Ia mengatakan, ketika situasi sudah tidak terkendali seperti itu, maka sudah jadi masalah kepolisian. Ini bukan tentang menunjukkan pendapat lagi.

Seorang juru bicara polisi mengatakan pada Selasa (4/5) bahwa enam petugas terluka ketika kembang api dilepaskan dan botol-botol dilempar. Satu polisi di antaranya mengalami retak tulang rongga mata dan satu lagi terluka di wajahnya. Seorang pria berusia 28 tahun ditahan dan didakwa dengan sejumlah pelanggaran termasuk melempar kembang api dan berperilaku mengancam di luar Hotel Lowry, seperti laporan AFP.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA