Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

TV Iran Siarkan Video Propaganda Peledakan Gedung Capitol AS

Kamis 06 May 2021 10:50 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

 Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh situs resmi Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) (Sepahnews) menunjukkan, kepala Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami (kanan) menyaksikan peluncuran rudal selama latihan militer di lokasi yang tidak diketahui, Iran tengah, Jumat (15/1/2021).

Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh situs resmi Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) (Sepahnews) menunjukkan, kepala Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami (kanan) menyaksikan peluncuran rudal selama latihan militer di lokasi yang tidak diketahui, Iran tengah, Jumat (15/1/2021).

Foto: EPA-EFE/SEPAHNEWS
Video menunjukkan formasi IRGC dan rudal diluncurkan dari tempat yang dirahasiakan

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- TV pemerintah Iran menayangkan video propaganda yang menunjukkan rudal yang meledakkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS). Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menyiarkan video itu pada akhir pekan ini.

IRGC menayangkan video propaganda ini sebelum Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dijadwalkan memberikan pidato di televisi. Klip berdurasi 11 detik tersebut menampilkan pasukan IRGC bersenjata berbaris dalam formasi. Sebuah rudal diluncurkan di lokasi yang dirahasiakan dan diikuti oleh adegan-adegan di Capitol AS yang meledak dalam kobaran api. Video itu kemudian menunjukkan ulama Iran berjalan menuju Yerusalem.

Analis di Tony Blair Institute, Kasra Aarabi, mengidentifikasi musik latar klip tersebut sebagai lagu nasionalis Iran dengan lirik yang menggambarkan Capitol sebagai istana penindasan. "Dihancurkan oleh IRGC Alavi (Imam Ali), dan kabar baik tentang pembebasan Quds (Yerusalem) datang dari Iran," ujarnya dikutip dari Arab News.

Pemutaran video itu bertepatan dengan pembicaraan nuklir yang saat ini sedang berlangsung antara Iran dan AS di Wina. Laporan menunjukkan bahwa pada saat video ditayangkan, musuh politik semakin mendekati kesepakatan untuk melanjutkan kesepakatan nuklir 2015, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang sebelumnya ditinggalkan oleh AS dalam masa kepemimpinan Donald Trump.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA