Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

IHSG Menguat Seiring Kenaikan Indeks Saham Asia

Kamis 06 May 2021 09:57 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Kamis (6/5). IHSG dibuka menguat dan terus naik 0,32 persen ke level 5.994,90.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Kamis (6/5). IHSG dibuka menguat dan terus naik 0,32 persen ke level 5.994,90.

Foto: Antara/Galih Pradipta
IHSG dibuka menguat dan terus naik 0,32 persen ke level 5.994,90.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Kamis (6/5). IHSG dibuka menguat dan terus naik 0,32 persen ke level 5.994,90. Indeks LQ45 menguat lebih signifikan sebesar 0,44 persen. 

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka naik meskipun semalam indeks saham utama di Wall Street di tutup variatif (mixed). Nasdaq berakhir di zona merah sementara DJIA naik ke level penutupan tertinggi terbaru. 

Baca Juga

Menurut Phillip Sekuritas Indonesia, investor semakin fokus pada perdebatan mengenai kapan the Fed akan mulai mengurangi (tapering) program pembelian aset. 

"Terutama setelah Presiden Federal Reserve Boston Eric Rosengren memberi indikasi bahwa pasar KPR AS tidak lagi butuh dukungan dalam bentuk pembelian KIK-EBA secara masif setiap bulan," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Kamis (6/5). 

Selain itu, menurut riset, investor juga mengantisipasi kapan sebenarnya tekanan inflasi akan menjadi kenyataan, terutama setelah melonjaknya harga beberapa komoditas seperti tembaga, jagung dan juga kayu. Pasokan masih terbatas akibat pemberlakukan kembali kebijakan Lockdown di banyak negara.

Dari sisi makroeknomi, Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan, investor akan menantikan rilis data mingguan Jobless Claims AS. Data tersebut diprediksi akan turun ke level terendah selama masa pandemi ini mengingat tren penurunan belakangan ini yang berlansung di tengah peningkatan aktivitas ekonomi. 

Investor juga akan memantau hasil pertemuan kebijakan bank sentral Inggris (Bank of England atau BOE) nanti malam. BOE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level 0,1 persen dan tidak melakukan perubahan pada kebijakan pembelian aset untuk saat ini. 

Target inflasi diprediksi tidak akan berubah dari target pada pertemuan sebelumnya. Namun BOE cenderung akan merevisi ke atas secara tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun 2021 menjadi hampir 7 persen dari 5 persen pada bulan Februari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA