Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sandiaga Uno: Destinasi Wisata Wajib Terapkan Prokes

Kamis 06 May 2021 08:36 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.

Foto: Istimewa
Setiap destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif wajib menerapkan prokes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan setiap destinasi wisata maupun sentra ekonomi kreatif wajib menerapkan protokol kesehatan. Ia mengaku, baru saja mengeluarkan intruksi yang ditujukan kepada seluruh asosiasi, kolaborasi pentahelix  dan kepala dinas pariwisata tingkat provinsi, kabupaten maupun kota terkait penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata.

"(agar) secara tegas menerapkan protokol kesehatan, dan pesannya harus lugas bahwa jika destinasi wisata  dan sentra ekonomi kreatif tidak menerapkan protokol maka sanksinya harus langsung ditutup, jadi kita tidak ad toleransi," kata Sandiaga dalam Webinar Kominfo bertajuk Hari Raya Datang Prokes Harus Tetap Kencang, Rabu (5/5).

Sandiaga menegaskan, Pemerintah betul-betul ingin menekan penularan Covid-19 yang diakibatkan adanya kerumunan pada saat perayaan lebaran. Termasuk destinasi wisata atau sentra ekonomi kreatif.

Ia tidak ingin melonjaknya kasus di India karena adanya perayaan, juga terjadi di Indonesia.

"Kita tidak ingin risiko yang muncul diakibatkan kerumunan lebaran dan ini bisa menjadikan Indonesia berpotensi meningkat kasus Covid-19,  kita sama sama melihat apa yang terjadi di India, dan itu bermula dari sebuah festifity (perayaan)," ungkapnya.

Apalagi, data menunjukkan ada kenaikan kasus Covid-19 pada Idul Fitri tahun lalu naik 93 persen, Libur Natal dan Tahun Baru 119 persen, Libur Maulid Nabi 95 persen.

Karenanya untuk destinasi wisata, Sandiaga menilai perlu ada panduan yakni program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) yang disesuaikan dengan kegiatan atau event berkaitan dengan keagamaan, budaya maupun bisnis dan dunia usaha.

"Ini kita all out, pariwisata ekonomi kreatif nggak bisa bangkit atau pulih jika kita tidak bisa menekan angka penularan Covid-19 dan mengendalikannya,  makanya untuk kita sama-sama gerakan tiga M, perluas 3T dan terus dukung vaksinasi di sektor sektor yang memiliki risiko tinggi," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA