Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Kanada Setujui Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Anak-Anak

Kamis 06 May 2021 07:16 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

 Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021

Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 di pusat vaksinasi National Medical Center di Seoul Sabtu, 27 Februari 2021

Foto: Song Kyung-Seok / Pool via AP
Kanada jadi negara pertama yang setujui vaksin Covid Pfizer/BioNtech untuk anak-anak

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – Kanada telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Kanada menjadi negara pertama yang melakukan hal tersebut.

“Ini adalah vaksin pertama yang disahkan di Kanada untuk pencegahan Covid-19 pada anak-anak dan menandai tonggak penting dalam perjuangan Kanada melawan pandemi,” kata kepala penasihat medis Health Canada Supriya Sharma dalam konferensi pers pada Rabu (5/5).

Dia menjelaskan data dari uji klinis menunjukkan vaksin Pfizer-BioNTech aman untuk remaja. Saat ini Kanada tengah menghadapi  gelombang ketiga Covid-19. Negara tersebut telah melaporkan 1,25 juta kasus dengan 24.450 kematian.

Selain anak-anak, Pfizer dan BioNTech juga telah melakukan uji coba vaksinnya pada bayi berusia enam bulan. Hasil pengujian diharapkan dapat muncul pada September mendatang.

“Pada bulan Juli, hasil pertama dapat tersedia untuk anak usia lima hingga 12 tahun, pada bulan September untuk anak-anak yang lebih kecil,” kata Kepala Eksekutif BioNTech Ugur Sahin dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman Spiegel yang diterbitkan pada 29 April lalu.

Dia mengungkap dibutuhkan waktu sekitar empat hingga enam pekan untuk mengevaluasi data tersebut. “Jika semua berjalan lancar, segera setelah datanya dievaluasi, kami bisa mengajukan permohonan persetujuan vaksin untuk semua anak di kelompok umur masing-masing di berbagai negara,” ujarnya.

Pada April lalu, BioNTech dan Pfizer telah meminta regulator Amerika Serikat (AS) menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan untuk remaja berusia 12 hingga 15 tahun. Menurut Sahin, kedua perusahaan juga tengah dalam tahap akhir meminta persetujuan dari otoritas Uni Eropa agar vaksinnya bisa digunakan pada remaja dengan rentang usia serupa.

Pada Maret lalu, hasil uji coba vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech untuk remaja dinyatakan aman serta menghasilkan antibodi yang kuat. Saat ini vaksin mereka sudah diizinkan untuk digunakan pada orang-orang berusia 16 tahun ke atas.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA