Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sandiaga Ingatkan Prokes Harus Ketat saat Libur Panjang

Rabu 05 May 2021 22:20 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Masker (ilustrasi).

Masker (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Jangan sampai Indonesia mengalami hal serupa seperti India.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno Rabu (5/5) mengajak seluruh elemen bangsa melaksanakan prokes ketat. Khususnya, saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan di berbagai tempat, baik rumah tangga, tempat wisata, maupun tempat hiburan.

Dia tidak ingin Indonesia mengalami gelombang ketiga pandemi Covid-19 seperti yang sekarang sedang melanda India, setelah negara itu merayakan hari keagamaan yang menimbulkam kerumunan manusia.

"Pak Presiden mengingatkan kita setiap ada liburan dan pergerakan besar di tengah-tengah masyarakat ini memicu peningkatan penularan Covid-19. Libur Idul Fitri tahun lalu naik 93%. Libur Nataru naik 119%. Libur Maulid Nabi naik 95% dan terakhir 78%," katanya dalam Webinar KPCPEN yang diselenggarakan hari Rabu (5/5).

Sandi menambahkan, pihaknya gencar mengedukasi sekaligus menyosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment sustainability menuju kondisi yang disebutnya sebagai better normal. CHSE itu tambahnya, adalah panduan untuk berbagai kegiatan seperti arung jeram, golf, meeting, incentives, conferences and exibitions (MICE) dan lain sebagainya, dengan penerapan prokes ketat. "Yang melanggar ditutup," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta seluruh masyarakat taat dan melaksanakan prokes ketat untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Reisa menjelaskan, prokes ketat penting karena keberhasilan sebuah negara dalam berperang melawan Covid-19 akan berimbas pada pemulihan ekonomi.

Dia menambahkan, pelaksanaan prokes terutama ditujukan untuk menekan laju penularan, sehingga diharapkan bila semua masyarakat menjalankan protokol dengan baik, maka pandemi bisa diatasi dan ekonomi dapat kembali menggeliat.

"Seperti di Bali ini semua masyarakat antusias melaksanakan prokes, antusias melaksanakan vaksinasi. Mereka sadar kalau tidak menjalankan protokol seperti ini mereka tidak mendapatkan nafkah," katanya.

Reisa juga mengingatkan selain program vaksinasi dan pelaksanaan prokes yang benar, daya tahan tubuh perlu dijaga dengan mengonsumsi makanan sehat yang cukup.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA