Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Avram Glazer Tolak Minta Maaf Usai Diprotes Suporter MU

Rabu 05 May 2021 20:01 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pemilik Manchester United Avram Glazer (kiri) dan Bryan Glazer.

Pemilik Manchester United Avram Glazer (kiri) dan Bryan Glazer.

Foto: ap
Gelombang protes kian meningkat sejak MU terlibat di Liga Super Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilik Manchester United (MU) Avram Glazer menolak untuk meminta maaf kepada para suporter atas keterlibatan klub dalam Liga Super Eropa yang gagal terwujud. Avram merupakan bagian dari keluarga Glazer asal Amerika Serikat (AS) yang memiliki United.

Kepemilikan Glazer telah memicu protes dari para suporter sejak Glazer membeli saham klub pada 2005. Belakangan gelombang protes semakin meningkat sejak Manchester United mengumumkan keterlibatannya dalam proyek Liga Super Eropa.

"Ini kesempatan untuk Anda, permintaan maaf mungkin?" tanya seorang reporter kepada Avram, yang tidak direspons, seperti dikutip ESPN pada Rabu (5/5).

Avram kemudian ditanya jika keluarga Glazer menjual United atau mau menyampaikan sesuatu kepada fan, tetapi reporter kembali mendapatkan respons dingin.

Wakil pimpinan United Joel Glazer merilis pernyataan pada 21 April lalu yang berisi permintaan maaf kepada suporter dan mengatakan para pemilik klub gagal menunjukkan rasa hormat pada tradisi besar dari sepak bola Inggris.

"Meskipun lukanya masih baru dan saya mengerti bahwa perlu waktu untuk menyembuhkan luka, saya secara pribadi berkomitmen untuk membangun kembali kepercayaan dengan fan kami dan belajar dari pesan yang kalian sampaikan dengan keyakinan seperti itu," kata Joel Glazer.

Joel Glazer terus percaya bahwa sepak bola Eropa harus lebih berkesinambungan di seluruh piramida untuk jangka panjang. Namun, Glazer sepenuhnya menerima bahwa Liga Super Eropa bukanlah cara yang tepat untuk mewujudkannya. "Dalam upaya menciptakan fondasi yang lebih stabil untuk sepak bola ini, kami gagal menunjukkan rasa hormat yang sepantasnya untuk tradisi yang sudah mengakar dalam promosi, degradasi, piramida, dan untuk itu kami meminta maaf."

Suporter United telah melakukan beberapa aksi protes sejak pengumuman Liga Super Eropa tersebut, termasuk menginvasi kompleks latihan klub di Carrington dan masuk lapangan Old Trafford, hingga laga Liga Primer Inggris MU melawan Liverpool terpaksa ditunda akhir pekan lalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA