Ribuan Personel untuk Operasi Ketupat Singgalang

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 05 May 2021 21:40 WIB

Ribuan Personel untuk Operasi Ketupat Singgalang. Foto: Sejumlah petugas kepolisian mengikuti upacara gelar pasukan Ooperasi Ketupat Singgalang 2019, dilapangan hijau Iman Bonjol Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/5/2019). Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi Ribuan Personel untuk Operasi Ketupat Singgalang. Foto: Sejumlah petugas kepolisian mengikuti upacara gelar pasukan Ooperasi Ketupat Singgalang 2019, dilapangan hijau Iman Bonjol Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/5/2019).

Ribuan Personel untuk Operasi Ketupat Singgalang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat akan mengerahkan  2.941 personel untuk Operasi Ketupat Singgalang 2021. Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto mengatakan  operasi ketupat yang digelar ini dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif saat Idul Fitri 1442 H.

“Sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri. Baik aspek sarana maupun prasarana, serta keterlibatan unsur terkait lainnya,” ucap Edi Mardianto, Rabu (5/5) saat apel pasukan di Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol, Padang.

Edi mengatakan saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Selain pengaman selama Ramadhan dan Idul Fitri, kepolisian juga berjaga untuk melarang aktivitas mudik.

Pasukan kepolisian kata dia nanti di juga akan ditempatkan di 10 Pos penyekatan di wilayah Sumbar ini. 10 pos ini untuk penyekatan di pintu masuk Sumbar dari provinsi tetangga.

Edi menilai mudik dalam situasi sekarang sangat riskan dan bahaya masyarakat. Ia berharap dengan larangan mudik, jumlah penularan covid di Sumbar dapat berkurang.

“Insya Allah dengan penegakkan hukum, pencegahan lalu lintas dan penyekatan jalan ini kita akan mengurangi, tidak akan terjadinya peningkatan masalah covid-19 ini,” ucap Wakapolda Sumbar.

Bagi pemudik yang nekat  mencoba masuk ke Sumatera Barat nantinya akan disuruh pulang kembali atau putar balik. Ia menegaskan polisi juga akan menyekat jalur-jalur tikus yang kemungkinan dilewati pemudik nekat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X