Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Doa Nabi Ibrahim Mohon Ampun Menjadi Teladan

Rabu 05 May 2021 20:05 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Doa Nabi Ibrahim Mohon Ampun Menjadi Teladan. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Doa Nabi Ibrahim Mohon Ampun Menjadi Teladan. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan
Doa Nabi Ibrahim diabadikan dalam Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Nabi Ibrahim menjadi contoh para nabi dalam berdakwah menegakan tauhid bahwa tiada Tuhan selain Allah. Selain menjadi teladan dalam berdakwah, cara atau adab Nabi Ibrahim berdoa juga menjadi telada seluruh umat.

Bagaimana adab Nabi Ibrahim dalam berdoa diabadikan dalam surah Ibrahim ayat 41.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfirli waliwalidayya walil mukminina yauma yaqumul hisab.

Tarjamah Tafsiriyah QS Ibrahim ayat 41 itu adalah:

"Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku serta orang-orang mukmin pada hari perhitungan amal di akhirat."

Pendiri Pesantren Haji Umrah Ustaz Rafiq Jauhary Lc mengataka, salah satu di antara adab berdoa setelah mengucapkan tahmid dan shalawat adalah mendahulukan dengan istighfar untuk diri sendiri kemudian kepada kedua orang tua dan juga orang-orang beriman secara luas.

"Begitupun dengan Nabi Ibrahim yang mendoakan ampunan untuk kedua orang tuanya," kata Ustaz Rafiq dalam Tausiyah daringny, kemarin.

Namun setelah Nabi Ibrahim mengetahui bahwa bapaknya ternyata tidak beriman kepada Allah maka beliau pun bersikap bara' atau berlepas diri. Nabi sudah mengajak ayahnya masuk Islam.

Allah berfirman:

"Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (lihat QS at-Taubah 114)

Adapun ibunya disebutkan oleh ath-Thanthawi dalam Tafsir al-Wasith bahwa beliau adalah seorang mukminah yang telah wafat sebelum Nabi Ibrahim diangkat menjadi seorang Nabi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA