Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Studi: Fungsi Ginjal Menurun Tingkatkan Risiko Demensia

Rabu 05 May 2021 12:17 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Studi temukan orang yang alami fungsi ginjal menurun lebih rentan terkena demensia.

Studi temukan orang yang alami fungsi ginjal menurun lebih rentan terkena demensia.

Foto: Piqsels
Studi temukan orang yang alami fungsi ginjal menurun lebih rentan terkena demensia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit ginjal kronis terjadi ketika ginjal seseorang semakin kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dari darah dan mengeluarkan cairan. Berbicara tentang ginjal, sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang mengalami penurunan fungsi ginjal mungkin memiliki peningkatan risiko terkena demensia.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal medis American Academy of Neurology itu menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronis mempengaruhi sekitar 15 persen orang dewasa di Amerika Serikat dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Sama seperti penyakit ginjal kronis, risiko demensia juga meningkat seiring bertambahnya usia. 

Baca Juga

"Penelitian kami menunjukkan bahwa penurunan fungsi ginjal terkait dengan perkembangan demensia, namun meski menunjukkan hubungan, tidak jelas apakah itu adalah penyebabnya,” kata penulis studi Hong Xu dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.

Untuk studi tersebut, para peneliti menggunakan database untuk mengidentifikasi hampir 330 ribu orang berusia 65 tahun ke atas yang menerima perawatan kesehatan di kota Stockholm dan dianalisa selama rata-rata lima tahun. Tidak ada peserta yang menderita demensia atau telah menjalani transplantasi ginjal pada awal penelitian. Namun selama penelitian, 18.983 orang atau 6 persen dari peserta didiagnosis dengan demensia.

Peneliti menggunakan tes darah kreatinin plasma untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus untuk setiap peserta. Perkiraan laju filtrasi 90 mililiter (mL) per menit atau lebih tinggi, dinilai sebagai jumlah normal pada kebanyakan orang sehat.

Dengan menggunakan ukuran ini, peneliti kemudian menentukan tingkat demensia pada orang dengan tingkat fungsi ginjal yang berbeda. Mereka menggunakan person-years untuk menghitung perbedaannya. Person-years memperhitungkan jumlah orang dalam penelitian dan jumlah waktu yang dihabiskan setiap orang dalam penelitian.

Peneliti menemukan ketika fungsi ginjal menurun, laju demensia meningkat. Pada orang dengan laju filtrasi ginjal normal 90 sampai 104 mL per menit, terdapat tujuh kasus demensia per 1.000 orang-tahun. Pada orang dengan penyakit ginjal berat, atau laju filtrasi kurang dari 30 mL per menit, terdapat 30 kasus demensia per 1.000 orang-tahun. 

Setelah menyesuaikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko demensia seperti merokok, konsumsi alkohol, hipertensi dan diabetes, para peneliti menentukan bahwa orang dengan tingkat filtrasi 30 hingga 59 mL per menit, yang menunjukkan penyakit ginjal kronis sedang, memiliki risiko 71 persen lebih tinggi untuk mengembangkan demensia. Dibandingkan dengan mereka yang memiliki fungsi ginjal normal, dan orang dengan tingkat filtrasi kurang dari 30 mL per menit memiliki risiko 162% lebih tinggi.

"Studi kami masih banyak kekurangan, perlu ada studi lanjutan untuk mengetahui penyebabnya. Namun, temuan kami meningkatkan kesadaran akan hubungan antara dua kondisi ini. Mengidentifikasi dan menangani kasus lebih cepat dapat mengurangi risiko demensia,” kata Xu seperti dilansir dari Eurekalert, Rabu (5/5). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA