Rabu 05 May 2021 10:11 WIB

IHSG Menguat Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

IHSG dibuka menguat ke level 5.974,56 dan terus naik hingga 5.990,76.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Pekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/4). IHSG dibuka menguat ke level 5.974,56 dan terus naik hingga 5.990,76.
Foto: Antara/Galih Pradipta
Pekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/4). IHSG dibuka menguat ke level 5.974,56 dan terus naik hingga 5.990,76.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona positif pada perdagangan hari ini, Rabu (5/5). IHSG dibuka menguat ke level 5.974,56 dan terus naik hingga 5.990,76. Sementara indeks LQ45 juga naik 0,21 persen.

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan IHSG hari ini akan dipengaruhi rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021. "Investor menantikan rilis data PDB kuartal I yang diprediksi masih akan mengkonfirmasi bahwa Indonesia belum keluar dari resesi," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (5/5). 

Baca Juga

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka datar setelah indeks Nasdaq semalam anjlok 1,9 persen akibat aksi jual atas saham-saham di sektor teknologi. Menurut riset, pemicu aksi jual ini adalah komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen terkait rencana menaikkan suku bunga.

Yellen mengatakan hal tersebut untuk mencegah laju pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat atau overheating. Cepatnya pertumbuhan ekonomi di AS disebabkan oleh membengkaknya belanja Pemerintah dalam bentuk paket stimulus fiskal.

"Kenaikan suku bunga akan menekan valuasi saham khususnya di sektor teknologi dan secara umum akan menahan laju kenaikan indeks saham dalam mencapai titik tertinggi terbaru," tulis riset. 

Dari sisi makro ekonomi, investor mencerna rilis data Neraca Perdagangan bulan Maret AS di mana defisit perdagangan membengkak di tengah kuatnya permintaan domestik yang memicu lonjakan impor. Defisit perdagangan AS diprediksi akan semakin melebar karena ekonomi AS pulih jauh lebih cepat dibanding dengan ekonomi di negara-negara lain. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement