Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Hadapi Pandemi, Pemda Diminta Jadi Agen Promosi Kesehatan

Rabu 05 May 2021 08:51 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hiru Muhammad

Pemudik sepeda motor melintas di jalur Pantura Pilangsari, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Jelang larangan mudik Lebaran yang mulai pada 6-17 Mei 2021 sejumlah pemudik pengendara motor mulai melintas di jalur pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Pemudik sepeda motor melintas di jalur Pantura Pilangsari, Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Jelang larangan mudik Lebaran yang mulai pada 6-17 Mei 2021 sejumlah pemudik pengendara motor mulai melintas di jalur pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Diperlukan peran pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung kebijakan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keputusan terkait penanganan pandemi Covid-19 diambil berdasarkan berbagai macam pertimbangan. Karena itu, diperlukan peran pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung kebijakan ini.

Wiku menyebut, pemda dan masyarakat dapat turut andil dengan menjadi agen promosi kesehatan yang baik."Mohon kepada seluruh jajaran pemerintah daerah maupun masyarakat untuk dapat menjadi agen promosi kesehatan yang baik dengan berlandaskan satu narasi dari pemerintah," kata Wiku saat konferensi pers.

Pada prinsipnya, kata dia, pemerintah berupaya terus menjaga kondisi yang terkendali saat ini dan selalu siaga serta antisipatif menghadapi berbagai perubahan kondisi. Menurut Wiku, dalam memutuskan kebijakan, pemerintah telah melakukan pertimbangan berbasis data dan fakta, pendapat ahli, maupun pengalaman penanganan pandemi Covid-19 di lapangan.

Kegiatan mudik untuk bertemu dengan sanak saudara pun dinilai sangat terkait dengan interaksi fisik langsung yang menyebabkan virus bertransmisi lebih cepat. Kegiatan fisik itu seperti bermaaf-maafan di hari raya melalui cara bersalaman, berpelukan dan lain-lain.

"Kejadian ini seringkali tidak dapat terelakkan bahkan pada orang yang sudah memahami pentingnya protokol kesehatan sekalipun. Oleh karena itu, pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik, apapun bentuknya," kata Wiku.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA