Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pochettino Enggan Cari Kambing Hitam Kekalahan PSG

Rabu 05 May 2021 09:25 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih PSG Mauricio Pochettino

Pelatih PSG Mauricio Pochettino

Foto: EPA-EFE
PSG tanpa Kylian Mbappe yang duduk di bangku cadangan sepanjang laga lawan City.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mauricio Pochettino tidak mau mencari-cari kambing hitam kegagalan Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal Liga Champions. PSG terdepak setelah dikalahkan Manchester City 2-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Etihad, Rabu (5/5) WIB. Secara keseluruhan PSG kalah agregat 1-4.

Pada leg kedua, PSG tidak diperkuat oleh salah satu bintangnya, Kylian Mbappe, yang pekan lalu mengalami cedera betis dan sepanjang laga hanya menghangatkan bangku cadangan. Mbappe hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan-rekannya terhenti di tangan City.

Baca Juga

"Itu tidak bisa menjadi alasan. Kami sebuah tim. Tentu disayangkan ia tidak bisa membantu tim, tapi itu jelas bukan alasan. Kami tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan, karena nyatanya performa tim juga bagus," kata Pochettino selepas laga dilansir laman resmi UEFA.

PSG memang relatif mendominasi penguasaan bola dengan memiliki lebih dari 55 persen sepanjang laga.Namun, dominasi itu seperti pisau tumpul sebab dari 14 percobaan tembakan tak satu pun mengarah tepat sasaran, kecuali sundulan Marquinhos yang membentur mistar gawang.

Dominasi PSG kerap membuat mereka bermain terlalu menekan ke depan dan dua kali situasi itu berujung serangan balik City yang mampu diakhiri dengan klinis oleh Riyad Mahrez menjadi dua gol kemenangan di Etihad. "Terkadang dalam sepak bola Anda membutuhkan secercah keberuntungan di momen tertentu pertandingan," ujar Pochettino.

"Pada akhirnya, mereka tampil klinis. Mereka mencetak gol dari situasi-situasi di mana kami terlalu menekan tinggi dan kecolongan bola panjang," katanya melengkapi.

Di sisi lain, Pochettino sedikit menyoroti fakta bahwa dalam dua leg semifinal timnya harus menerima selalu menerima kartu merah, yang jelas menjadi keuntungan besar bagi City. Pada  leg pertama, PSG harus kehilangan Idrissa Gueye ketika City sudah unggul 2-1 dan di Etihad hal serupa terjadi kepada Angel Di Maria yang dikartu merah saat tuan rumah sudah unggul 2-0. "Dalam 180 menit, untuk 40 atau 45 menit kami harus tampil dengan 10 pemain. Itu jelas keuntungan besar," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA