Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Tol Layang MBZ akan Ditutup Selama Mudik Dilarang

Rabu 05 May 2021 06:31 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/5). Korlantas Polri berencana melakukan penutupan sementara akses jalan Tol Layang MBZ untuk mendukung kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada 6-17 Mei 2021.

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Layang MBZ (Mohamed Bin Zayed) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/5). Korlantas Polri berencana melakukan penutupan sementara akses jalan Tol Layang MBZ untuk mendukung kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada 6-17 Mei 2021.

Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA
Jasa Marga prediksi masih akan ada kendaraan yang tinggalkan Jabodetabek.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan akan menutup sementara Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Penutupan jalan tol tersebut khususnya dilakukan selama masa pelarangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, hal tersebut berdasarkan usulan Korlantas Polri. "Sesuai dengan surat Korlantas kita juga akan melakukan penutupan lalu lintas di Tol Layang MBZ pada 5-18 Mei," kata Atika dalam konferensi pers di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi, Selasa (4/5).

Meskipun begitu, Atika mengatakan saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dia menuturkan, penutupan Jalan Tol Layang MBZ dilakukan untuk membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek agar mengurangi penyebaran Covid-19.

Dia menambahkan, Jasa Marga akan mengantisipasi pengalihan lalu lintas di gerbang tol terdekat dengan posko penyekatan. "Jasa Marga menyiapkan mobile reader dan tambahan petugas tapping di gerbang tol untuk meningkatkan kapasitas transaksi serta memastikan keberfungsian peralatan tol dan kelengkapan operasional di setiap gerbang tol," ujar Atika menjelaskan. 

Sebelumnya, Jasa Marga memprediksi masih akan ada kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek saat masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Pada periode 6-12 Mei 2021, diprediksi sebanyak 593.185 kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek.

Baca juga : Orang Betawi Mudik Lebaran ke Mana?

Angka tersebut jika dibandingkan pada periode Lebaran 2020 naik 27,19 persen. Sementara, jika dibandingkan pada periode Lebaran 2019 mengalami penurunan 49,53 persen. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA