Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Partai Gelora Targetkan Satu Juta Kader di Oktober Mendatang

Selasa 04 May 2021 20:55 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Mas Alamil Huda

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta

Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta

Foto: tangkapan layar
Partai Gelora disahkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, mengatakan, partainya terus berupaya menambah jumlah kader usai disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada Juni 2020 lalu. Partai Gelora menargetkan satu juta kader pada Oktober 2021 mendatang.

"Mudah-mudahan dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia dan teman-teman media semuanya angka rekrutmen ini bisa mencapai satu juta pada bulan Oktober yang akan datang," kata Anis ditemui di Jakarta, Selasa (4/5).

Anis mengatakan, satu hari menjelang Ramadan lalu, jumlah kader Partai Gelora telah mencapai 100 ribu anggota. Saat ini jumlah kader Partai Gelora sudah mencapai 163 ribu anggota.

Selain itu Anis mengatakan, Partai Gelora saat ini juga tengah fokus membangun infrastruktur digital. Ia meyakini kombinasi antara kemampuan digital dan teritorial mampu mencapai target Partai Gelora.

"Jadi ini satu kombinasi kemampuan digital dan teritorial dan saya kira ini satu eksperimen yang kita uji coba dan Alhamdulillah izin Allah eksperimen ini menunjukkan tanda-tanda keberhasilan yang luar biasa," ujarnya.

Anis juga menjelaskan, Partai Gelora saat ini mempersiapkan persyaratan verifikasi KPU. Dirinya berharap bahwa seluruh persyaratan verifikasi KPU tahun depan untuk partai politik peserta pemilu sudah bisa diselesaikan tahun ini. 

"Sehingga waktu verifikasi datang, kita tidak tahu nanti akan ada verifikasi faktual atau enggak ya dengan melihat situasi pandemi sekarang, tapi kita sedang menyiapkan langkah kita kesana," ungkapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA