Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Mengapa Tubuh Tiba-Tiba Alergi Saat Olahraga?

Selasa 04 May 2021 20:36 WIB

Red: Nora Azizah

Olahraga di luar ruang sering menimbulkan alergi pada sejumlah orang.

Olahraga di luar ruang sering menimbulkan alergi pada sejumlah orang.

Foto: PxHere
Olahraga di luar ruang sering menimbulkan alergi pada sejumlah orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Mitra Kemayoran Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO, hal ini dikarenakan tubuh kita yang awalnya tidak memberikan respon dengan alergen yang masuk. Namun seiring dengan intensnya paparan alergen dan kondisi tubuh kita, maka lama kelamaan akan menimbulkan keluhan yang nyata.

"Pada sejumlah orang, jenis olahraga di luar ruangan (outdoor) sering menimbulkan alergi terutama pada orang-orang yang sensitif misalnya rangsangan udara dingin, suhu panas, debu, serbuk sari yang dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin bahkan sesak nafas," ujar Michael, dikutip Selasa (4/5).

Sementara bagi mereka yang kerap kali berlatih di gym, alergi juga dapat terjadi pada mereka karena disebabkan oleh debu karpet, udara air conditioner yang tidak terawat baik ataupun akibat kontak dengan logam, karet, dan plastik yang menjadi bahan dasar pembuatan alat-alat olahraga. Bagi atlet yang dipersiapkan untuk suatu kejuaraan tentunya timbulnya alergi akan membuat dia tidak mampu untuk berlatih dengan baik yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagalnya meraih prestasi tertinggi.

Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, hasil kolaborasi penelitian dari Diana Silva dari Centro Hospitalar de Sao Joao dan Andre Moreira dari University of Porto menyebutkan bahwa meskipun latihan dan olah raga memiliki beberapa manfaat, melakukannya secara berlebihan belum tentu merupakan hal yang baik.Misalnya, atlet elit memiliki peningkatan risiko asma dan alergi. Beberapa mekanisme dapat memengaruhi risiko ini, yang meliputi interaksi antara faktor pelatihan lingkungan dan faktor risiko pribadi, seperti kerentanan genetik, peradangan yang dimediasi neurogenik, dan sensitivitas epitel.

Namun, banyak sekali bukti ilmiah yang menunjukkan efek positif olah raga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Secara keseluruhan, manfaatnya jauh lebih besar daripada potensi bahaya pelatihan.

Namun diperlukan intervensi gaya hidup sehat terapeutik yang mudah diberikan, yang dapat digunakan bersamaan dengan pengobatan saat ini. Pencegahan Selain dibutuhkan diagnosa dan pengobatan yang tepat maka hal terpenting pada penanganan alergi adalah melakukan pencegahan.

Michael kemudian menyarankan beberapa saran dan tips yang dapat dijadikan panduan dalam mencegah dan mengobati alergi terutama bagi orang yang aktif berolahraga. "Yang pertama adalah mengenali berbagai bahan alergen yang berpengaruh pada tubuh kita dan jauhkan bahan alergen tersebut dari Anda atau siapa pun yang menderita alergi terhadap bahan itu," ujar Michael.

"Bilamana kontak dengan alergen tak dapat dihindari maka kita harus menyediakan obat anti alergi yang biasanya dipergunakan dan bila gangguan tidak dapat teratasi dengan baik segera menghubungi dokter terdekat," tambah Michael.

Kemudian simpan catatan tentang bahan alergen tersebut di dalam dompet kita berdekatan dengan kartu identitas sehingga dalam keadaan darurat. "Misalnya di saat kita tidak sadarkan diri, maka petugas medis dapat mengetahui hal-hal apa saja yang tidak boleh diberikan," tutup Michael.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA