Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Runtuhnya Hegemoni Si Nyonya Tua

Selasa 04 May 2021 18:43 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

 Cristiano Ronaldo (depan) dari Juventus bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara ACF Fiorentina dan Juventus FC di stadion Artemio Franchi di Florence, Italia, 25 April 2021.

Cristiano Ronaldo (depan) dari Juventus bereaksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara ACF Fiorentina dan Juventus FC di stadion Artemio Franchi di Florence, Italia, 25 April 2021.

Foto: EPA-EFE/Claudio Giovannini
Inter Milan mengakhiri puasa gelar Seri A dalam 11 tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Ketika Andrea Pirlo ditunjuk sebagai pelatih musim panas tahun lalu, Juventus menyandang status sebagai salah satu tim domestik paling sukses di Eropa. Si Nyonya Tua sudah memenangkan sembilan trofi Seri A secara beruntun.

Sembilan trofi itu didapat oleh tiga pelatih berbeda, Antonio Conte (3 trofi), Massimiliano Allegri (5), dan Maurizio Sarri (1). Namun, hegemoni Si Nyonya Tua dalam sembilan musim terakhir akhirnya runtuh pada musim ini.

Inter Milan mengakhiri puasa gelar Seri A dalam 11 tahun terakhir. Nerazzurri dipastikan tak bisa lagi terkejar oleh pesaingnya di liga, setelah Atalanta ditahan imbang 1-1 oleh Sassuolo, Senin (3/5) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Inter unggul 13 poin dari Atalanta, Juventus dan Milan yang sama-sama mengoleksi 69 poin, dengan empat laga tersisa.

Pemecatan Sarri yang baru seumur jagung melatih Juve, justru mengorbankan gelar domestik. Apalagi saat itu Juve menunjuk Pirlo yang sama sekali belum memiliki pengalaman melatih. Pirlo diragukan bisa memberikan kesuksesan di musim pertama oleh banyak orang.

Sebelum dipastikan gagal juara liga, klub asal Turin itu disingkirkan Porto dari Liga Champions. Padahal, Sarri sudah membawa Juve meraih scudetto dan mencapai final Coppa Italia. Meskipun di sisi lain, tidak bisa dipungkiri kalau musim ini Inter memang tampil perkasa, dengan hanya dua kali kalah dalam 34 pertandingan.

''Saya harus bilang kesalahan terbesar Juventus adalah memecat Allegri, dia pelatih cerdas,'' kata mantan pemain Juventus, Patrice Evra, dikutip dari Football-italia.

Bagi Inter, gelar juara ini merupakan yang ke-19 dalam sejarah klub. Bukan hanya mengakhiri penantian selama 11 tahun, gelar ini membuat skuad asuhan Antonio Conte melampaui AC Milan dalam hal koleksi trofi Seri A (18).

Sejauh ini Inter tak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir di liga, dengan 17 di antaranya berujung kemenangan. Sementara klub-klub pesaingnya, seperti Milan, Atalanta hingga Juve tampil inkonsisten. Alhasil, Inter pun melaju mulus untuk mengunci gelar dengan empat pertandingan tersisa.

Musim lalu, Inter menempel ketat Juve saat memenangkan Seri A, dengan selisih satu poin sampai pekan ke-38 di posisi kedua. Musim lalu Inter juga hampir juara Liga Europa, usai dikalahkan Sevilla di final.

''Ada kemajuan taktik. Selama bertahun-tahun, kami mencoba berapa opsi berbeda. Kami mengawali (musim ini) sedikit mirip seperti kami mengakhiri musim lalu, menekan ke semua sisi lapangan, dan itu memberikan hasil bagus,'' kata Conte, dikutip dari Football-italia.

Jaga Peluang di Empat Besar

Sementara itu, Juventus harus berjuang keras untuk sekadar lolos ke Liga Champions, meskipun sembilan musim sebelumnya selalu jadi juara. Menghadapi Udinese, Ahad (2/5), memberikan tekanan kepada Cristiano Ronaldo cs untuk menang.

Alhasil, Juventus sempat tetinggal 1-0, sebelum akhirnya dua gol Ronaldo pada menit 83 dan 89, untuk mengubah skor jadi 2-1. Hasil ini membuat Juve kembali naik ke empat besar Serie. Namun, Juventus harus bersaing ketat dengan Atalanta dan Milan, yang sama-sama mengoleksi 69 poin.

Di sisi lain, Napoli dan Lazio juga masih punya peluang besar untuk lolos jika mereka memenangkan sisa pertandingan yang ada. ''Kemenangan ini terjadi berkat determinasi dan perjuangan. Kami sekali lagi bikin hidup jadi rumit. Tapi kami ingin membawa pulang hasil yang layak dan itu penting,'' kata Pirlo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA