Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Bos Susu Korsel Mundur Usai Klaim Yoghurt Bisa Lawan Covid

Selasa 04 May 2021 16:46 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Bos itu mundur setelah polisi melakukan penyelidikan atas pernyataan perusahaan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Bos dari sebuah perusahaan besar produk susu di Korea Selatan mengundurkan diri pada Selasa. Bos itu mundur setelah polisi melakukan penyelidikan atas pernyataan perusahaan itu bahwa minuman yoghurt buatannya efektif dalam melawan virus Corona baru.

Pengunduran diri bos perusahaan Namyang Dairy Product Co Ltd, Hong Won-sik, terjadi tiga minggu setelah perusahaan itu mengeluarkan pernyataan tersebut dan kemudian mencabutnya. Namun, pencopotan kepala eksekutif perusahaan produk susu itu tetap saja tidak banyak membantu dalam menenangkan reaksi konsumen.

"Saya akan mengundurkan diri dari posisi kepala eksekutif Namyang Dairy untuk bertanggung jawab atas semua ini dan saya tidak akan menyerahkan manajemen kepada anak-anak saya," kata Hong dalam suatu permintaan maaf publik yang disiarkan televisi.

Baca Juga

Hong dan anggota keluarganya memiliki saham gabungan sebesar 53,1 persen pada perusahaan susu terbesar ketiga --berdasarkan pendapatan-- di Korea Selatan, menurut pengarsipan peraturan Namyang. Para pejabat di Namyang Dairy belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Polisi Seoul pekan lalu menggerebek kantor pusat perusahaan produk susu tersebut.

Pada sebuah forum yang dihadiri oleh wartawan bulan lalu, perusahaan produk susu itu mengeklaim bahwa minuman yoghurt Bulgarisbuatannya efektif dalam mencegah Covid-19.

Pernyataan tersebut membuat saham perusahaan itu melonjak hampir 30 persen. Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa Namyang tidak memiliki bukti untuk mendukung klaimnya, dan menuduh perusahaan tersebut secara ilegal menyebarkan informasi yang menyesatkan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA