Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Guardiola Prediksi Timnya akan Menderita di Leg Kedua

Selasa 04 May 2021 16:17 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola.

Foto: AP/Martin Meissner/AP POOL
Pep Guardiola tetap mewaspadai kekuatan PSG, meski posisi City sedang unggul 2-1.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memprediksi timnya akan menderita ketika menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg kedua babak semifinal Liga Champions, di Stadion Etihad, Rabu (5/5) dini hari WIB. Namun ia yakin City pada akhirnya akan menciptakan sejarah pertama kalinya lolos ke partai puncak.

Guardiola tetap mewaspadai kekuatan PSG meski posisi timnya sedang unggul 2-1. Pelatih asal Spanyol tersebut berharap ada terobosan baru di pertandingan nanti. Dengan tujuan City mempertahankan keunggulan.

“Saya tidak perlu memberi tahu siapa pun, para pemain, staf ruang belakang, dokter, juru masak, betapa pentingnya itu. Kami telah mencari momen ini selama bertahun-tahun,” kata Guardiola dilansir dari Irishtimes, Selasa (4/5).

Guardiola mengatakan, pasukannya tak akan bermain 90 menit seperti yang ditunjukkan pada leg pertama. Itu sebabnya, Guardiola mengingatkan agar pemainnya siap menderita menerima gempuran para pemain PSG.

Kendati demikian, Guardiola menekankan anak asuhnya harus tetap tenang menghadapi tekanan lawan. Pemain harus mampu merebut bola dan mengambil momentum menciptakan gol. Menurut Guardiola perbedaan besar dalam pertandingan nanti, yaitu sebesar besar momen yang didapatkan kedua tim.

“Keinginan untuk melakukan sesuatu yang baik untuk kami semua dalam hidup kami, untuk dikenang selamanya, mereka harus membuat langkah maju dan berkata secara individu, 'oke, kami akan membantu tim memenangkan pertandingan.' Dan kami akan pergi untuk melakukannya,” jelas Guardiola.

Mantan pelatih Barcelona itu mengeklaim leg kedua akan lebih sulit daripada partai final. Sebab, di laga tersebut, pikiran pemain juga terpecah untuk lolos ke babak final. Dan memenangkan laga di saat pikiran terpecah tidak akan mudah.

Guardiola mempunyai catatan empat kali tersingkir di semifinal Liga Champions. Ia banyak menderita sakit hati di pentas Eropa, salah satunya kekalahan dari Tottenham Hotspur pada 2019. Pelatih Spurs saat itu Mauricio Pochettino, pelatih PSG saat ini.

"Saya ingin merasa kami telah belajar dari kekalahan kami, tetapi saya tidak tahu bagaimana kami akan bereaksi. Itu selalu menjadi misteri," kata Guardiola menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA