Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

PKB-PPP tak Takut Kehilangan Suara Pemilih

Kamis 13 May 2021 18:01 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Tangkapan layar logo Partai Ummat. Kehadiran partai baru berbasis Islam tidak membuat partai Islam lama seperti PKB, PPP, gentar.

Tangkapan layar logo Partai Ummat. Kehadiran partai baru berbasis Islam tidak membuat partai Islam lama seperti PKB, PPP, gentar.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Partai-partai baru berbasis Islam jadi tanda demokrasi yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Reza, menyambut baik hadirnya partai berbasis Islam baru, seperti Partai Gelora, Partai Masyumi, dan Partai Ummat. PKB mengaku tak takut kehilangan suara pemilih dengan hadirnya ketiga partai tersebut.

"PKB merupakan partai berbasis Islam yang paling loyal pemilihnya, seperti disampaikan beberapa hasil survei. Jadi tidak akan terganggu," ujar Faisol saat dihubungi Republika.

Ia mengharapkan, semua partai berbasis Islam bersaing secara sehat dalam pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Meski Faisol yakin, suara pemilih PKB tak akan berlabuh ke partai lain.

"Kita bersaing, PKB tidak perlu membuktikan lagi karena hasil survei-survei sudah menyampaikan," ujar Faisol.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani. Menurutnya, partai berlambang Ka'bah itu memiliki pemilih dan pendukung yang loyal dalam setiap kontestasi.

"Kami punya keyakinan bahwa pada umumnya tokoh maupun pemilih PPP adalah orang-orang yang sudah teruji dan istiqomah dalam berpartai," ujar Arsul.

Hadirnya partai-partai baru berbasis Islam dalam beberapa waktu terakhir juga dipandangnya sebagai tanda demokrasi yang baik. Ia berharap, seluruh partai tetap fokus dalam menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Lahirnya sebuah partai baru adalah hal yang biasa saja dalam era demokrasi yang kita jalani ini. Tidak ada sesuatu yang luar biasa yang membuat PPP harus waswas," ujar Arsul.

Nawir Arsyad Akbar

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA