Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Konsumsi Terlalu Banyak Garam Dapat Lemahkan Imunitas

Selasa 04 May 2021 15:04 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Pengaruh garam terhadap imunitas tubuh luput dari perhatian.

Pengaruh garam terhadap imunitas tubuh luput dari perhatian.

Foto: Pixabay
Pengaruh garam terhadap imunitas tubuh luput dari perhatian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terlalu banyak mengonsumsi garam telah diketahui dapat memicu beberapa masalah kesehatan, seperti masalah jantung dan tekanan darah. Namun ada dampak lain yang selama ini luput dari perhatian, yaitu pengaruh terlalu banyak mengonsumsi garam terhadap imunitas tubuh.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi terlalu banyak garam dapat membuat imunitas tubuh menjadi lebih lemah. Kondisi ini akan membuat individu menjadi lebih rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti diungkapkan dalam jurnal Circulation, studi terbaru ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai studi sebelumnya yang dilakukan pada 2015. Studi 2015 tersebut menyoroti bahwa sodium yang tinggi di dalam darah mempengaruhi persiapan beberapa tipe sel darah putih untuk bereaksi ketika mengenali sel tak sehat.

Baca Juga

"(Saat itu) peneliti belum mengetahui apa yang terjadi di dalam sel-sel," jelas peneliti dari Berlin Institute for Medical Systems Biology (BIMSB) Dr Sabrina Geisberger, seperti dilansir Metro, Selasa (4/5).

Melalui studi terbaru, tim peneliti berupaya untuk mencaritau metabolisme sel imun yang terpapar oleh garam berkonsentrasi tinggi. Setelah melakukan beragam upaya, tim peneliti berhasil memahami bagaimana cara garam mempengaruhi imunitas.

Konsumsi garam berlebih ternyata menyebabkan sel-sel imun untuk memproduksi lebih sedikit adenosine triphosphate dan oksigen. Dengan kata lain, konsumsi garam berlebih dapat mempengaruhi imunitas dengan cara mengganggu rantai pernapasan.

Peneliti menjelaskan bahwa ATP merupakan "bahan bakar universal" yang memberikan energi bagi semua sel. ATP, lanjut peneliti, menyediakan energi untuk kekuatan otot dan regulasi metabolisme.

Konsumsi garam berlebih yang membuat kadar sodium menjadi tinggi di dalam tubuh akan menyebabkan ATP menurun. Kondisi tersebut akan mempengaruhi bagaimana sel-sel darah putih berfungsi. Sel-sel darah putih diketahui berperan penting dalam menentukan respons imun tubuh.

"Tentu saja, hal pertama yang Anda pikirkan (dari konsumsi garam berlebih) adalah risiko kardiovaskular, tetapi beberapa studi menunjukkan bahwa garam dapat mempengaruhi sel-sel imun melalui berbagai cara," jelas Profesor Markus Kleinewietfeld dari Hasselt University.

Profesor Kleinewietfeld mengatakan bila mekanisme selular yang penting tersebut terganggu dalam jangka panjang, akan ada dampak negatif yang mungkin terjadi. Bahkan, kondisi tersebut dapat berpotensi memicu terjadinya penyakit inflamasi pada pembuluh darah atau sendi.

"Atau penyakit autoimun," ungkap Profesor Kleninewietfeld.

Agar terhindar dari dampak buruk ini, peneliti menekankan pentingnya membatasi konsumsi garam. Konsumsi garam sebaiknya dibatasi agar tidak melebihi 5-6 gram per hari. Batasan ini juga mencakuo garam yang tersembunyi di dalam makanan-makanan berproses.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA