Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Juventus Gagal Pertahankan Gelar, Ini Pembelaan Pirlo

Selasa 04 May 2021 14:22 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo.

Foto: EPA-EFE/PAOLO MAGNI
Juventus sedang mempersiapkan pertandingan krusial melawan AC Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai kemenangan Juventus 2-1 atas Udinese, pelatih Juventus Andrea Pirlo ditanya tentang musim timnya secara keseluruhan. Juve tidak bisa mempertahankan gelar juara Serie A Liga Italia musim ini. 

"Ada kelelahan mental. Sesuatu berubah ketika Anda terbiasa selalu bermain untuk scudetto. Selama beberapa pekan terakhir, tujuan telah berubah, ini perjuangan. Tetapi kami harus mencapai Liga Champions. Ini perlu menjadi titik awal. Kami perlu melanjutkan dengan semangat. Kemenangan seperti ini memberi Anda adrenalin untuk terus berjuang," ujar Pirlo dilansir Sportskeeda, Selasa (4/5).

Saat ini Juventus sedang mempersiapkan pertandingan krusial melawan AC Milan pada Senin (10/5) dinihari WIB. Bianconeri tahu bahwa kemenangan melawan Rossoneri bisa menjamin tim untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Kemenangan 2-1 melawan Udinese menempatkan Juventus dalam posisi yang baik untuk menyelesaikan musim dengan kuat. Pasukan Pirlo kini berada di urutan ketiga klasemen Serie A, mengumpulkan 69 poin, sama dengan Atalanta dan AC Milan.  

Dengan empat pertandingan tersisa dalam musim ini, klub raksasa Turin akan berharap untuk mengambil poin maksimal dan menyelesaikan musim yang mengecewakan dengan catatan tinggi.

Berbicara pada konferensi pers pasca-pertandingan, Pirlo pertama kali memberi selamat kepada Inter Milan dan Antonio Conte karena memenangkan scudetto.

"Kami memberikan ucapan selamat kepada Inter dan pelatihnya. Mereka pantas mendapatkan kesuksesan ini. Kami perlu berubah, satu siklus telah ditutup, tetapi siklus lain akan terbuka untuk menyelesaikan scudetto," ujar Pirlo.

Pelatih berkebangsaan Italia itu kemudian mengungkapkan kepuasannya dengan performa timnya di laga tersebut. "Kami bekerja keras untuk kemenangan ini dan kami bangga, itu penting setelah hasil sore ini. Hal-hal rumit sempat terjadi ketika kami membiarkan lawan mencetak gol, tetapi kami sangat ingin membawa pulang hasil pada akhirnya."

Sementara itu, Jose Mourinho telah dikaitkan dengan kembalinya ke kepelatihan setelah berpisah dengan Tottenham Hotspur bulan lalu. Menurut Calciomercato, ahli taktik asal Portugal itu berpotensi kembali ke Italia setelah lebih dari satu dekade.  

Juventus disebut-sebut sebagai tujuan yang mungkin untuk Special One, julukan Mourinho, jika raksasa Turin itu berpisah dengan Pirlo musim panas ini. Mourinho terakhir kali melatih Inter Milan pada 2010 dan memimpin tim meraih treble winners di musim terakhirnya bersama klub.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA