Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Gagal Bangkit, Yahoo dan AOL Kembali Dijual

Selasa 04 May 2021 13:00 WIB

Rep: Idealisa masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Logo baru Yahoo. Dua layanan web perintis era internet, Yahoo dan AOL, telah dijual lagi setelah pemilik terbaru gagal memulihkan kekayaan mereka.

Foto:
Verizon menjual Yahoo dan AOL dengan kesepakatan mencapai 5 miliar dolar AS

Apollo mengatakan masih ada peluang besar untuk membangun kedua merek tersebut menjadi media digital dan pembangkit tenaga iklan online.

"Kami sangat percaya pada prospek pertumbuhan Yahoo dan penarik makro yang mendorong pertumbuhan di media digital, teknologi periklanan, dan platform internet konsumen," ujar David Sambur, co-chief Apollo.

Verizon membeli Yahoo untuk menggabungkan aset pencarian, email dan messenger, serta alat teknologi periklanannya, dengan platform AOL.

Namun penjualan itu dibayangi segera setelah terungkap Yahoo telah menjadi sasaran dua serangan dunia maya besar-besaran. Verizon akhirnya menegosiasikan potongan harga 350 juta dolar AS untuk akuisisi tersebut.

Namun, saat ini halaman muka Yahoo masih menarik banyak pengunjung, karena netizen memeriksa Yahoo! Mail.

Merek ini dianggap sebagai salah satu agregator berita teratas di internet, dan merupakan situs web kesebelas yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan 3,8 miliar kunjungan selama enam bulan terakhir, menurut platform analisis web SimilarWeb.

 

Penjualan oleh Verizon terjadi setelah membuang platform blog Tumblr pada 2019 dan situs web berita HuffPost tahun lalu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA