Rabu 05 May 2021 05:05 WIB

2.600 Penerbangan China Ditunda di Tengah Puncak Arus Mudik

Libur Hari Buruh di China berlangsung selama lima hari.

2.600 Penerbangan China Ditunda di Tengah Puncak Arus Mudik. Sebuah pesawat kargo China Arlines.
Foto: AP/Michael Probst
2.600 Penerbangan China Ditunda di Tengah Puncak Arus Mudik. Sebuah pesawat kargo China Arlines.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sedikitnya 2.600 penerbangan di seluruh wilayah daratan China ditunda dan dibatalkan di tengah kepadatan arus mudik liburan Hari Buruh karena cuaca buruk.

Hingga Senin (3/5) malam pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB) atau hari ketiga libur Hari Buruh di China tercatat 2.613 penerbangan ditunda dan dibatalkan, demikian menurut Umetrip aplikasi perjalanan wisata yang dikembangkan TravelSky Technology Limited.

Baca Juga

Penundaan dan pembatalan tersebut paling banyak terjadi di sejumlah bandar udara besar, seperti Bandara Internasional Daxing dan Bandara Internasional Ibu Kota, keduanya di Beijing. Beberapa penumpang bahkan menumpahkan kekecewaannya di Sina Weibo, media sosial populer di China.

Menanggapi hal itu, pihak Bandara Ibu Kota menyatakan sedang menghadapi hujan badai disertai petir. "Hujan badai tidak terjadi di Beijing maupun Guangzhou, tetapi di semua rute penerbangan," demikian pihak bandara dikutip media resmi China, Selasa (4/5).

Pusat Meteorologi Nasional China (NMC), Senin (3/5), mengeluarkan peringatan badai hujan dan petir di wilayah tengah, selatan, dan barat daya, serta di barat laut. Libur Hari Buruh di China berlangsung selama lima hari hingga Rabu (5/5).

Baca juga : Pemkot Tangsel tidak Berlakukan SIKM Lebaran

Momentum itu digunakan warga untuk mudik dan berlibur bersama keluarga.Otoritas setempat memperkirakan 265 juta perjalanan bakal terjadi selama libur panjang tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement