Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Harga Bawang Merah dan Daging Ayam di Bandung Naik

Selasa 04 May 2021 12:07 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Friska Yolandha

Harga komoditas bawang merah dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Harga komoditas bawang merah dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Tren harga bahan pokok di Kota Bandung saat awal bulan puasa mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Harga komoditas bawang merah dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Secara umum, harga kebutuhan pokok relatif stabil serta stok bahan pangan untuk memenuhi konsumsi masyarakat aman.

"Yang naik daging ayam awal bulan puasa di harga Rp 40 ribu per kilogram, minggu kedua turun menjadi Rp 36 ribu dan saat ini naik lagi Rp 40 ribu. Bawang merah dari kisaran Rp 30 sampai 36 ribu per kilogram," ujar Kabid Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, Selasa (4/5).

Baca Juga

Meiwan mengatakan harga acuan daging ayam di Kota Bandung dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp 35 ribu perkilogram sedangkan bawang merah Rp 32 ribu per kilogram. Kondisi harga relatif tidak terlalu tinggi.

Ia menuturkan, tren harga bahan pokok di Kota Bandung saat awal bulan puasa mengalami kenaikan. Kemudian pada pertengahan bulan puasa mengalami penurunan dan menjelang Lebaran mengalami kenaikan.

"Contohnya ada anomali terkait cabe rawit awal Januari sampai Rp 100 ribu- Rp 110 ribu per kilogram, sekarang di kisaran antara Rp 70 ribu," katanya.

Meiwan menambahkan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Bandung untuk membahas pengawasan dan monitoring di pusat perbelanjaan dan mal jelang Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah evaluasi terhadap kerumunan yang terjadi di beberapa pusat perbelanjaan turut dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Sanksi masih dibahas antara Satpol PP dan Disdagin," katanya. 

Namun berdasarkan aturan apabila melanggar protokol kesehatan dapat diberi sanksi teguran lisan hingga teguran tertulis.

Terpisah, Kabid Distribusi dan Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Oangan dan Pertanuan Usep Awaludin mengatakan ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung relatif aman jelang lebaran. Sejumlah wilayah memasok kebutuhan pokok untuk Kota Bandung.

"Beras (dipasok) dari Bandung Garut, Tasik Sumedang, Sapi dari Jawa Tengah. Telur dari Ciamis, Sukabumi, Tasik, Kabupaten Bandung paling banyak Blitar, ayam Kabupaten Bandung, Tasik, Ciamis, Cianjur dan Jawa Tengah Cabe dari Garut, Tasik, Ciamis, Kabupaten Bandung Barat," katanya.

Ia menegaskan, kelangkaan bahan pokok diperkirakan tidak akan terjadi sebab sudah memasuki panen dan penyaluran bahan pokok berjalan lancar. Termasuk untuk beras terdapat stok aman hingga akhir tahun 2021 mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA